PAROKI KUMETIRAN — Sebanyak 35 pasangan suami istri (pasutri) Paroki Kumetiran mengikuti Dolan Bareng Pasutri di Kabupaten Purworejo, Sabtu (23/8/2026). Kegiatan yang digelar Tim Pendamping Keluarga Paroki (TPKP) Gereja Hati Santa Perawan Maria Tak Bercela Kumetiran itu memadukan ziarah, pemeriksaan kesehatan, edukasi seksualitas dalam perkawinan, dan rekreasi.
Rangkaian kegiatan berlangsung di Gua Maria Sang Kendi Kencana, Ketangi, Demaji Eco Park, dan Pantai Dewaruci. Rombongan yang berangkat menggunakan dua bus memulai kegiatan di Gua Maria Ketangi sekitar pukul 09.00 WIB dengan doa pribadi dan pemeriksaan kesehatan.
Pemeriksaan yang diberikan tim medis Fakultas Kedokteran Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) meliputi tekanan darah, kadar gula, dan kolesterol. Layanan tersebut juga dibuka bagi masyarakat sekitar dan dimanfaatkan sekitar 26 warga non-Katolik.

Setelah pemeriksaan kesehatan, peserta mengikuti sarasehan kesehatan seksual pasutri bertema “Komunikasi Body di Kamar Pribadi” yang disampaikan dr. Yohanes Aditya Prakasa, SpOG dari FK UAJY. Ia menjelaskan dua fungsi seksualitas dalam perkawinan, yakni penyatuan pasangan (unitive) dan keterbukaan terhadap keturunan (prokreasi).
Dalam sarasehan tersebut, dr. Adit menekankan pentingnya hubungan seksual yang dilandasi cinta dan saling menghormati, menjaga kesehatan dan kebersihan diri, kesetiaan dalam perkawinan, serta memperhatikan kebutuhan emosional dan fisik kedua pasangan.
Peserta juga mendapat penjelasan mengenai risiko dan pencegahan kanker serviks serta pentingnya mengenali perubahan pada tubuh sebagai bagian dari deteksi dini. Materi kesehatan tersebut menjadi bagian dari pendampingan keluarga yang diberikan dalam kegiatan Dolan Bareng Pasutri.
Usai ibadat pasutri dan makan siang, kegiatan berlanjut di Demaji Eco Park melalui permainan yang dirancang untuk memperkuat relasi pasangan. Pada sore hari, rombongan kemudian mengunjungi Pantai Dewaruci sebelum kembali ke Yogyakarta.

Koordinator TPKP Kumetiran, Maria Titi, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk menggabungkan pendampingan rohani, kesehatan, pengetahuan tentang seksualitas, dan penguatan relasi suami istri. “Kami bersyukur tujuan kegiatan ini secara keseluruhan tercapai. Para pasutri tidak hanya disegarkan imannya melalui ziarah, tetapi juga diingatkan untuk memantau kesehatannya, diberikan pengetahuan tentang seksualitas, sekaligus diingatkan merawat relasi suami-istri melalui rekreasi,” katanya.
Salah satu warga sekitar, Turni, menyampaikan terima kasih karena layanan pemeriksaan kesehatan dalam kegiatan tersebut turut dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar Gua Maria Ketangi.








