Minggu Palma, 29 Maret 2026
Bacaan Injil: Mat 26:14-27:66
Saudari-saudaraku yang terkasih,
Pada hari ini Gereja merayakan Hari Raya Minggu Palma atau Minggu Sengsara. Hari Raya ini membuka rangkaian pekan suci. Salah satu kekhasannya ada hiasan daun-daun palma di gereja. Kita semua diajak untuk melahirkan cinta bakti dan hormat kepada Kristus. Banyak orang mengelu-elukan Dia sebagai Sang Raja Damai. Maka, tepatlah binatang yang ia tunggangi saat memasuki Kota Suci Yerusalem adalah keledai. Keledai merupakan binatang yang ditunggangi seorang raja saat situasi damai.
Dalam bacaan Injil hari ini kita mendengar bahwa Yesus memasuki kota Yerusalem dengan naik seekor anak keledai (keledai muda; Yun: polos). Cara inilah yang digunakan Yesus Kristus Sang Raja untuk memasuki Yerusalem. Yesus bermaksud menyampaikan dua pesan yang jelas kepada rakyat Yerusalem, yaitu: Ia adalah raja dan Ia bermaksud membawa damai sejahtera.
Kata “Yerusalem” dapat dimaknai 2 hal, baik sebagai “Ierusaleem” (Yeru-zalim) maupun “Hierosolyma” (Yeru-syalom). Dimaknai sebagai Yeru-zalim, sebab di disitulah kehadiran Yesus ditolak. Ia di-zalim-i dan divonis mati kendati tidak bersalah.
Di Yerusalem pula terlaksana penyelamatan bagi kita sehingga Yerusalem juga disebut sebagai Yeru-syalom. Dari sanalah mengalir syalom, keselamatan dan damai sejahtera bagi kita. Yesus menghadapi, baik Yeru-zalim maupun Yeru-syalom dengan semangat yang sama, yakni ketaatan kepada Allah dan cinta kasih kepada manusia.
Pertanyaan refleksinya, bersediakah kita menjadi rekan kerja Yesus Sang Raja Damai pada zaman sekarang ini? Apa saja tantangannya dalam mewujudkan damai di sekitar kita? Maka marilah pada Minggu Palma ini kita berdoa secara khusus “Doa Jadikanlah Aku Pembawa Damai” (PS 221).
Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang).
Y. Gunawan, Pr









