Percik Firman: Waspada dengan Iri Hati

Twitter
WhatsApp
Email
Kebiasaan buruk merupakan lawan dari keutamaan. Kebiasaan buruk adalah kebiasaan yang melenceng dari kebaikan yang mengaburkan suara hati dan membuat seseorang cenderung melakukan hal buruk. Kebiasaan buruk ini dapat dikaitkan dengan dosa pokok dalam Gereja Katolik.

Sabtu, 28 Maret 2026

Bacaan Injil: Yoh 11:45-56

 

Saudari-saudaraku yang terkasih,

Kebiasaan buruk merupakan lawan dari keutamaan. Kebiasaan buruk adalah kebiasaan yang melenceng dari kebaikan yang mengaburkan suara hati dan membuat seseorang cenderung melakukan hal buruk. Kebiasaan buruk ini dapat dikaitkan dengan dosa pokok dalam Gereja Katolik.

Menurut Santo Gregorius Agung, dalam Katekismus Gereja Katolik (KGK) no. 1866, dosa-dosa pokok itu, meliputi: kesombongan, ketamakan, kemarahan, hawa nafsu, kerakusan, kemalasan, dan iri hati.

Iri hati tak jarang muncul diikuti dengan sikap benci. Orang bisa merasa iri hati dan benci karena tidak senang melihat orang lain berhasil dan tidak suka dengan orang yang melebihi kemampuan intelektualnya.

Sabda Tuhan dalam bacaan Injil hari ini mengingatkan kita untuk hati-hati dengan sikap iri hati dan benci. Para imam kepala dan orang-orang Farisi merasa iri dengan kepopuleran Yesus, sehingga benci dengan Yesus. Mereka takut kehilangan posisi dan kekuasaan mereka di mata penjajah Roma. Bahkan juga mereka tidak senang melihat banyak orang yang percaya kepada Yesus.

Kemampuan dan keberhasilan Tuhan Yesus dalam membuat mukjizat, terutama membangkitkan Lazarus, menjadikan banyak orang percaya kepada-Nya. Akibatnya, orang-orang Farisi membuat kesepakatan untuk membunuh Yesus. Mereka bersekongkol dan bekerja sama dalam kejahatan, yakni menyingkirkan Yesus.

Pertanyaan refleksi, Pernahkah kita merasa iri hati dan takut kehilangan posisi (jabatan) karena ada teman  yang lebih sukses dari kita? Bagaimana sikap kita untuk mengatasi sikap iri hati tersebut?

Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang).

Y. Gunawan, Pr