Percik Firman: Warta Damai Sejahtera

Twitter
WhatsApp
Email
Ada hiasan dinding di ruang tamu yang bertuliskan, “Berkatilah rumah kami, Ya Tuhan”. Ada juga yang tulisannya, “Rumahku adalah rumah doa”. Ada pula tulisan, “Damai Sejahtera bagimu”.

Kamis, 9 April 2026

Bacaan Injil: Luk 24:35-48

 

Saudari-saudaraku yang terkasih,

Ada hiasan dinding di ruang tamu yang bertuliskan, “Berkatilah rumah kami, Ya Tuhan”. Ada juga yang tulisannya, “Rumahku adalah rumah doa”. Ada pula tulisan, “Damai Sejahtera bagimu”.

Tuan rumah yang memasang tulisan itu tentu punya maksud dan harapan. Bukan sekedar asal pasang atau tempel di dinding rumah. Tentu mereka punya harapan agar rumah mereka selalu diberkati Tuhan, dijauhkan dari godaan dan gangguan, rumah mereka menjadi tempat nyaman untuk berdoa, dan damai sejahtera selalu menyertai semua anggota keluarga.

Ungkapan “Damai sejahtera bagimu” merupakan ungkapan yang sangat terkenal. Kita temukan dalam bacaan Injil hari ini. Ungkapan ini disampaikan Tuhan Yesus kepada para murid-Nya setelah Tuhan Yesus bangkit. Dia menampakkan diri kepada para murid yang sedang takut dan bingung. Tuhan Yesus memberikan berkat “damai sejahtera” kepada mereka.

Setelah diberkati, para murid diutus untuk menyampaikan damai sejahtera itu dari Yerusalem sampai ke seluruh dunia. Yerusalem (Yeru-syalom) adalah kota damai (syalom). Diharapkan dari kota itu damai sejahtera terpancarkan ke mana-mana.

Pesan perutusan Yesus yang bangkit kepada para murid dalam Injil hari ini sangat jelas. “Dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem”. Warta kebangkitan Yesus harus disampaikan kemana-mana. Warta itu disertai dengan ajakan pertobatan dan pemberian pengampunan.

Pengampunan memberikan kelegaan. Orang pasti senang jika diampuni. Hatinya akan lega dan damai. Yang perlu dilakukan agar diampuni dan hati lega adalah seseorang perlu membuka diri dan mengakui kesalahannya dengan jujur.

Ini pula yang terjadi saat kita menerima Sakramen Tobat. Di sana ada pengakuan dosa, penyesalan dan membangun niat. Kerahiman dan pengampunan dari Allah pasti akan dianugerahkan pada kita manusia. Mari kita menjadi saksi kebangkitan Tuhan Yesus dengan mengajak orang bertobat (hidup baik) dan memberi maaf kepada orang yang bersalah atau menyakiti kita.

Pertanyaan refleksinya, sudahkah kita menjadi pembawa damai di keluarga, di tempat kerja, di komunitas, dan masyarakat sekitar? Bagaimana upaya yang perlu dilakukan untuk mewujudkan damai sejahtera pada zaman ini?

Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang).

Y. Gunawan, Pr