Percik Firman: Tiga Macam Godaan

Twitter
WhatsApp
Email
Godaan dapat dialami oleh siapa pun, kapan pun, di mana pun, dan dalam situasi apa pun. Iblis bisa menggoda siapa pun. Adam dan Hawa digoda iblis. Yesus pun digoda iblis. Para santo-santa pun juga tak lepas digoda iblis.

Minggu Prapaskah I, 22 Februari 2026

Bacaan Injil : Mat 4:1-11

 

Saudari-saudara yang terkasih,

Godaan dapat dialami oleh siapa pun, kapan pun, di mana pun, dan dalam situasi apa pun. Iblis bisa menggoda siapa pun. Adam dan Hawa digoda iblis. Yesus pun digoda iblis. Para santo-santa pun juga tak lepas digoda iblis.

Santo Yohanes Maria Vianey (1786-1859), misalnya, juga sering digoda iblis. Meskipun ia saleh, Santo Yohanes Maria Vianey tidak luput dari gangguan setan. Ia sering tidak bisa tidur karena gangguan setan di malam hari.

Iblis sungguh ada di dunia ini. Katekismus Gereja Katolik (KGK) mengungkapkan kehadiran iblis di dunia ini. Ditegaskan, “Gereja mengajar bahwa ia pada mulanya adalah malaikat baik yang diciptakan Allah. ‘Setan dan roh-roh jahat lain menurut kodrat memang diciptakan baik oleh Allah, tetapi mereka menjadi jahat karena kesalahan sendiri’” (KGK, no. 391).

Melalui sabda Tuhan pada Minggu Prapaskah I hari ini, kita diajak untuk merenungkan kisah nyata pencobaan Yesus di padang gurun. Di sana Yesus berpuasa selama 40 hari. Saat berpuasa Dia dicobai oleh iblis. Pencobaan dari iblis atau setan biasanya bertujuan negatif, yaitu untuk menjatuhkan manusia.

Menurut tradisi ada tiga godaan Iblis terhadap Yesus, yaitu: godaan yang berkaitan dengan nafsu daging (makanan/lahiriah), nafsu ingin dikagumi (popularitas), dan nafsu berkuasa (kekuasaan/ kesombongan).

Gereja mengajak kita untuk tidak menghindari godaan, tetapi mengajak untuk selalu memohon kekuatan dalam menghadapi Godaan. Dalam Latihan Rohani Santo Ignatius, kita diingatkan akan adanya 3 sifat godaan dari roh jahat, yaitu: godaan itu lemah bila dilawan dan kuat bila didiamkan, godaan selalu ingin disembunyikan seperti lelaki hidung belang, dan godaan seperti komandan yaitu menyerang melalui bagian yang lemah.

Lalu bagaimana sikap kita terhadap godaan dari iblis? Kita diberi teladan oleh Yesus yaitu menolak semua godaan iblis dengan tegas. Kita perlu tegas melawan godaan iblis dalam aneka bentuk dan variasinya. Jangan sampai kita kompromi dengan cara kerja iblis.

Pertanyaan refleksinya, godaan-godaan apa saja yang biasanya kita alami? Bagaimana sikap kita terhadap godaan dari iblis selama ini?#

Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang).

Y. Gunawan, Pr