Jumat, 27 Maret 2026
Bacaan Injil: Yoh 10:31-42
Saudari-saudaraku yang terkasih,
Pada hari ini Tuhan Yesus memberi kita teladan bagaimana berkomitmen mewartakan kehendak Allah. Yesus berkarya untuk Bapa. Dia diutus Bapa. Dia melaksanakan kehendak Bapa. Dia siap menghadapi segala resiko terhadap perutusan itu, yaitu dibenci bahkan diancam mau dibunuh.
Kita belajar dari Yesus menjadi seperti orang yang pertama, rela ‘mempromosikan’ yang lain. Yang dipromosikan adalah yang baik. Seperti Yesus yang mengatakan, kalau tidak percaya pada-Ku, percalah pada ajaran Bapa. Yesus berkarya untuk Bapa, maka yang penting bukan diri-Nya. Jika diri-Nya tidak dihargai, bukan menjadi masalah. Yang penting adalah apa yang menjadi pekerjaan Bapa terlaksana.
Godaan besar dalam hidup manusia adalah merasa semuanya karya saya sendiri. Jika sukses, maka kesuksesan itu diklaim karena karyanya sendiri. Bacaan Injil hari ini menyadarkan kita. Demi keselamatan manusia, Yesus mengingatkan kita bahwa itu adalah karya Allah. Kita hanya rekan kerja Allah yang berusaha untuk membantu Allah. Jika sukses, kita tidak perlu sombong. Jika gagal, kita tidak perlu berkecil hati.
Pertanyaan refleksi, bagaimana komitmen kita terhadap kehendak Allah dalam hidup ini? Apa tantangan melaksanakan kehendak Allah?
Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang).
Y. Gunawan, Pr









