Sabtu, 14 Februari 2026
Peringatan Wajib Santo Sirilus dan Metodius
Bacaan Injil : Mrk 8:1-10
Saudari-saudaraku yang terkasih,
Setiap tanggal 14 Februari kita merayakan hari kasih sayang (Valentine Day). Kesempatan yang bagus, dimana kita diingatkan untuk terus menghidupi budaya kasih sayang dalam hidup sehari-hari. Sekaligus kita diajak untuk mengembangkan budaya kehidupan. Kasih sayang dapat diwujudkan dengan berbagai macam bentuk dan cara. Ada yang berbagi coklat, bunga, uang, pulsa, doa, sapaan, dsb.
Untuk menunjukkan kasih sayang tidak harus menunggu tanggal 14 Februari. Kasih sayang dapat diungkapkan dalam hidup sehari-hari, baik dalam bentuk pujian, apresiasi, maupun kritik.
Bacaan Injil hari ini sangat menarik karena Tuhan Yesus berbagi belaskasihan (compasion) kepada orang banyak. Pada saat itu Yesus melihat banyak orang yang kelaparan. Para murid dengan nada pesimis berkata “Bagaimana di tempat yang sunyi ini orang dapat memberi mereka roti sampai kenyang?”
Yesus bertanya kepada para murid-Nya, berapa roti dan ikan yang mereka miliki. Mereka menjawab 7 roti dan beberapa ikan. Yesus memberkati roti dan ikan, kemudian dia meminta para murid-Nya untuk membagikannya untuk sekitar 4.000 orang. Hasilnya sangat luar biasa. Ada kelebihan tujuh bakul penuh.
Dalam hidup sehari-hari, kita sering bertemu dengan begitu banyak orang yang butuh empati dan atensi. Diantaranya: orang yang tidak mempunyai makanan yang cukup, orang yang sakit, orang yang kesulitan biaya sekolah atau kuliah, orang yang menderita, dan sebagainya. Begitu banyak orang, kelompok atau organisasi berusaha untuk menolong orang-orang tersebut. Akan tetapi masih banyak orang juga yang tidak peduli akan situasi ini. Banyak alasan yang dipakai untuk untuk tidak mau menolong mereka.
Yesus menantang kita untuk menggunakan Berkat Allah yang kita terima untuk dipakai membantu dan melayani mereka yang sungguh memerlukan bantuan. Yesus bertanya kepada kita masing-masing, “Berapa banyak Berkat yang telah kamu terima? Berapa banyak waktumu untuk orang lain? Bagaimana kepedulianmu kepada orang lain yang membutuhkan bantuan?”
Memberi tidak harus menunggu sudah berkelimpahan. Meskipun sedikit, pemberian kita akan tetap bermakna dan berguna. Dari sedikit yang kita miliki, Yesus akan memberkati dan melipatgandakannya sesuai kebutuhan. Bahkan kita akan dibuat terkejut dengan kelimpahan berkat yang terjadi.
Pada hari ini Gereja merayakan peringatan dua saudara yang menjadi santo yaitu Santo Metodius (Uskup, 815-885) dan Santo Sirilius (Pertapa, 827-869). Mereka berdua adalah teladan orang yang percaya akan kasih penyelenggaraan Tuhan dalam suka duka hidup ini. Kedua bersaudara ini berasal dari Tesalonika, Yunani. Metodius dilahirkan pada tahun 815, sedangkan Sirilus pada tahun 827.
Keduanya menjadi imam dan memiliki keinginan kudus yang sama untuk mewartakan iman Kristiani. Mereka mengabdikan hidupnya dengan menjadi misionaris untuk bangsa-bangsa Slav: Moravia, Bohemia dan Bulgaria.
Kedua orang misionaris ini berjasa dalam menciptakan abjad Slav. Mereka juga menerjemahkan Kitab Suci dan liturgi Gereja ke dalam bahasa Slav. Karena jasa mereka, banyak orang dapat menerima ajaran Kristiani dalam bahasa yang mereka mengerti.
Sirilus wafat pada tanggal 14 Februari 869 dan dimakamkan di Gereja St. Klemens di Roma. Sedangkan Metodius wafat pada tanggal 6 April 885. Pada tanggal 31 Desember 1980, Paus Yohanes Paulus II mengangkat St. Sirilus dan St. Metodius sebagai pelindung Eropa bersama dengan Santo Benediktus.
Pertanyaan refleksinya, Bagaimana wujud kasih sayang kita akhir-akhir ini kepada sesama di sekitar kita, terlebih mereka yang sedang sakit, yang berkekurangan, dan yang butuh penghiburan? Mari kita terus mewujudkan kasih sayang kita denga tulus hati.
Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang).
Y. Gunawan, Pr









