Percik Firman: Percaya pada Penyelenggaraan Ilahi

Twitter
WhatsApp
Email
Saat merenungkan sabda Tuhan hari ini saya teringat akan sebuah kisah inspirarif. Ada seorang pemain akrobatik menunjukkan kehebatannya berjalan melintasi seutas tali yang diikatkan pada dua buah tiang yang tinggi. Suasana tegang.

Selasa, 24 Maret 2026

Bacaan Injil: Yoh 8:21-30

 

Saudari-saudaraku yang terkasih,

Saat merenungkan sabda Tuhan hari ini saya teringat akan sebuah kisah inspirarif. Ada seorang pemain akrobatik menunjukkan kehebatannya berjalan melintasi seutas tali yang diikatkan pada dua buah tiang yang tinggi. Suasana tegang. Tali itu dibentangkan di atas sungai yang lebar dengan air yang dalam dan arus yang deras.

Sang akrobatik itu berhasil melintasi tali tadi dengan selamat. Kemudian ia bertanya kepada para penonton, “Percayakah saudara-saudari bahwa saya akan bisa melintasi tali ini lagi untuk kedua kalinya?” Mereka serentak menjawab, “Percayaaa…!”

Sang akrobatik menantang, “Kalau begitu, siapa yang berani ikut dengan saya melintas di sini?” Semua diam. Kemudian seorang anak kecil berteriak, “Saya mau!”

Dengan penuh kepercayaan kepada kemampuan sang akrobatik, anak kecil itu duduk di bahunya. Semua orang menjadi sangat serius dan tegang mengikuti langkah demi langkah sang akrobatik itu, dan ternyata sang akrobatik bisa menyeberang dengan sukses.

Setelah sampai di ujung dengan selamat, semua orang bersorak gembira. Mereka kagum atas keberanian anak kecil itu dan kepercayaannya kepada sang akrobatik bahwa mereka akan selamat. Para penonton kepo dan ingin tahu siapakah gerangan anak itu?

Jawab sang akrobatik itu, “Ia adalah anak saya.” Semua menjadi paham mengapa anak itu berani, sedangkan semua penonton lain tidak berani ambil resiko. Sang anak percaya dan mengandalkan ayahnya.

Dalam Injil hari ini Yesus bicara tentang BapaNya dan diriNya. Ia datang ke dunia diutus Allah Bapa untuk membawa misi keselamatan dan pengharapan, bukan misi kabar celaka dan ketakutan. Yesus sebagai Anak Allah percaya bahwa BapaNya senantiasa hadir menyertaiNya.

Allah Bapa tidak membiarkan Yesus sendiri. “Ia, yang telah mengutus Aku, Ia menyertai Aku. Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya”, tegas Yesus.

Maka, jangan takut. Percayalah pada Penyelenggaraan Ilahi (Providentia Dei). Allah akan menyertai hidup kita, hidup saya dan Anda juga. Dengan dibaptis kita diangkat menjadi anak-anak Allah. Kita ‘nebeng’ keputraan Allah dari Yesus.

Pertanyaan refleksinya, seberapa besar iman kita kepada Allah? Apa tantangan yang dihadapi untuk percaya pada Allah?

Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang).

Y. Gunawan, Pr