Percik Firman: Percaya dan Peduli

Twitter
WhatsApp
Email
Dalam Injil hari ini, Tuhan Yesus berbicara tentang ragi Farisi dan ragi Herodes. Dua ungkapan tersebut mungkin tidak mudah dipahami. Apa maksud ragi Farisi dan Herodes?

Selasa, 17 Februari 2026

Bacaan Injil : Mrk 8:14-21

 

Saudari-saudaraku yang terkasih,

Dalam Injil hari ini, Tuhan Yesus berbicara tentang ragi Farisi dan ragi Herodes. Dua ungkapan tersebut mungkin tidak mudah dipahami. Apa maksud ragi Farisi dan Herodes?

Orang Farisi adalah orang-orang yang tidak percaya kepada Tuhan Yesus, sehingga ragi Farisi adalah ketidakpercayaan akan Allah. Sedangkan Herodes adalah orang yang selalu mementingkan diri sendiri, sehingga ragi Herodes adalah sikap egois, mementingkan diri sendiri dan tidak peduli pada orang lain.

Hubungan antara roti dengan sikap orang Farisi dan Herodes adalah roti yang dibawa murid-murid hanya satu padahal orang di dalam perahu banyak, sehingga roti itu harus dibagi-bagi agar semua kebagian. Tentu saja hal itu akan membuat ketidakpuasan, kekhawatiran akan mendapat bagian yang kecil dll. Mereka berpikir apakah roti yang hanya secuil dapat membuat kenyang, apakah roti yang hanya satu dapat dibagi untuk semua orang?

Mereka lupa bahwa Yesus pernah membuat mukjizat yang begitu besar dengan membagi 5 roti dan 2 ikan untuk 5000 orang. Logika mereka membuat Yesus menyindir dengan mengatakan “berjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi Farisi dan ragi Herodes”. Hal itu karena mereka tidak percaya dan bersikap egois, saling mementingkan diri sendiri.

Dalam hidup keseharian kadang kita merasa khawatir, cemas. Di saat uang kita mepet, padahal kebutuhan masih banyak yang belum terpenuhi. Muncul perasaan bagaimana mungkin yang yang hanya sedikit cukup untuk kebutuhan semuanya. Hal ini sama dengan yang dialami para murid saat hanya ada satu roti yang harus dibagi untuk semua orang. Lantas bagaimana kita mesti bersikap?

Marilah menjelang masa Prapaskah ini, kita buka mata, hati, dan telinga kita untuk percaya pada Tuhan dan peduli pada sesama.

Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang).

Y. Gunawan, Pr