Minggu, 1 Februari 2026
Hari Minggu Biasa IV
Bacaan Injil: Mat. 5:1-12a
Saudari-saudaraku yang terkasih,
Ardas IX Keuskupan Agung Semarang (2026-2030) mengajak kita untuk “Menjadi Gereja yang bahagia, menginspirasi, dan menyejahterakan.” Menjadi Gereja yang bahagia berarti Gereja yang bersumber pada sukacita Injil, yang tidak hanya dialami secara pribadi, melainkan dibagikan dalam persekutuan, partisipasi (pelayanan), dan perutusan (misi).
Menjadi Gereja yang menginspirasi berarti Gereja yang mampu memberi teladan dan menggerakkan, menyalakan semangat, serta membangun jejaring yang mendorong terjadinya pembaruan di tengah masyarakat. Sedangkan Menjadi Gereja yang menyejahterakan berarti Gereja yang hadir nyata memperjuangkan kesejahteraan umum, memberi perhatian pada kaum kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan difabel (KLMTD), serta melestarikan keutuhan ciptaan.
Dalam Bacaan Injil hari ini dikisahkan Tuhan Yesus sedang menyampaikan ajaran Sabda Bahagia kepada para murid dan orang banyak. Sabda Bahagia ini merupakan bagian dari khotbah Yesus di bukit. Menurut Paus Fransiskus, Sabda Bahagia itu bukan buah kepasifan dalam menghadapi kenyataan. Sabda Bahagia bukan juga nubuat malapetaka para nabi yang hanya berusaha menyebarkan kekecewaan. Sabda Bahagia juga tidak dilahirkan dari fatamorgana yang menjanjikan kebahagiaan dengan “klik” tunggal, dalam sekejap mata.
Tetapi Sabda Bahagia itu lahir dari hati Yesus yang berbelas kasih, yang berjumpa hati pria dan wanita yang sedang mencari dan mendambakan kehidupan yang bahagia. Sabda Bahagia lahir dari hati yang penuh belas kasih yang tidak pernah kehilangan harapan.
Yesus datang untuk menghalau kelumpuhan orang-orang yang tidak lagi memiliki iman akan kuasa Allah Bapa. Sabda Bahagia adalah hari baru bagi semua orang yang melihat ke masa depan, yang terus bermimpi, yang membiarkan diri mereka dijamah dan diutus oleh Roh Allah. Dalam Sabda Bahagia, berulang-ulang dikatakan ”berbahagialah”, yang dalam bahasa Yunaninya: makarios, yaitu kebahagiaan yang lengkap, utuh, sempurna.
Pertanyaan refleksinya, dari 8 sabda bahagia itu, sabda bahagia yang mana yang menyentuh hati kita saat ini? Apa yang perlu kita usahakan agar dapat menjadi pribadi yang berbahagia?
Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang).
Yohanes Gunawan, Pr







