Kamis, 5 Februari 2026
Peringatan Wajib Santa Agata
Bacaan Injil : Mrk 6:7-13
Saudari-saudaraku yang terkasih,
Setiap tanggal 5 Februari Gereja memperingati Santa Agata, seorang perawan dan martir di Sisilia pada abad ke-3. Gubernur berusaha membujuknya agar meninggalkan imannya. Tetapi Agata tidak mau. Dia tetap setia beriman pada Yesus. Akibarnya, Gubernur marah dan menyuruh prajurit untuk mencambuki Agata dan memasukkannya ke penjara. Agata wafat sebagai martir di Catania, Sisilia, pada tahun 250.
Sabda Tuhan pada hari ini mengajak kita untuk menjadi pribadi yang setia dan siap sedia mewartakan kasih Tuhan. Para murid dipanggil, diberkati dan diutus membawa kabar sukacita dan pengharapan bagi siapa saja.
Para murid pergi memberitakan bahwa orang harus bertobat. Mereka berhasil mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka.
Dalam perutusan itu mereka diajak untuk bersikap lepas bebas. Lepas bebas berarti jangan sampai terikat oleh barang duniawi, tempat, relasi dan suasana yang nyaman. Kelekatan pada barang duniawi, tempat, relasi, dan kenyamanan akan menjadi batu sandungan dan penghalang dalam misi perutusan dan pelayanan itu.
Tuhan akan memenuhi kebutuhan para murid. Tuhan akan mencukupkan. Tuhan mengutus, Tuhan pasti mengurus. Gusti nimbali, Gusti mesthi mberkahi. Lewat siapa? Lewat banyak pribadi yang dijumpai, pribadi yang ada di sekitar.
Yesus berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka, kecuali tongkat, roti pun jangan, bekal pun jangan, uang dalam ikat pinggang pun jangan. Mereka boleh memakai alas kaki, tetapi jangan memakai dua baju.
Pertanyaan refleksinya, bersediakah kita dilibatkan Tuhan untuk menjadi “rasul-rasul” pembawa pengharapan saat ini? Apa yang bisa kita buat secara konkret untuk memancarkan pengharapan dalam hidup sehari-hari?
Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang).
Yohanes Gunawan, Pr









