Kamis Putih, 2 April 2026
Bacaan Injil: Yoh 13:1-15
Saudari-saudaraku yang terkasih,
Merenungkan pesan misteri perayaan Kamis Putih hari ini, kita selalu diingatkan akan makna sebuah pelayanan yang sepenuh hati. Tuhan Yesus memberikan teladan nyata dalam melayani secara tulus lewat Perjamuan Malam Terakhir dan pembasuhan kaki para murid-Nya.
Pada saat Perjamuan Malam Terakhir, Tuhan Yesus berpesan, “Perbuatlah ini untuk mengenangkan Daku”. Maka, sejak saat itu, para murid selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa sesuai dengan pesan Yesus (bdk. Kis 2:42). Kebiasaan ini pun dilestarikan terus-menerus sampai sekarang dalam bentuk Perayaan Ekaristi.
Setiap kali merayakan Ekaristi, kita mengenangkan kurban Kristus yang total. Dengan pengenangan itu, kita tidak sekedar mengingat-ingat, tetapi kita sungguh-sungguh menerima dan bersatu dengan Kristus. Dalam rupa roti dan anggur, Kristus sungguh hadir dan memberikan diri-Nya demi keselamatan kita. Sesuai dengan pesan Yesus ini, kita diajak untuk semakin tekun ber-Ekaristi dan menghayatinya dengan sungguh-sungguh.
Mari kita terus memeluk Tuhan dan memeluk harapan. Mari kita terus menyadari kehadiran dan penyertaan Tuhan dalam hidup saat ini. Harapannya, agar kita tiada lelah melayani dengan tulus. Dimana ada ketulusan melayani dan kehendak baik, pasti ada jalan keluar dan orang baik yang membantu.
Pada hari Kamis Putih ini, mari kita bertanya pada diri kita sendiri: Apakah ketika melayani keluarga kita, kita menyertakan hati dengan sepenuh hati? Lantas Apa makna perayaan Kamis Putih bagi kita saat ini?
Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang).
Y. Gunawan, Pr









