Percik Firman: Kerjasama Allah dan Manusia

Twitter
WhatsApp
Email
Keselamatan atau berkat Allah membutuhkan kerja sama dan proaktif dari manusia. Tuhan menyediakan rahmat dan manusia diajak untuk berjuang dan berusaha meraihnya.

Senin, 16 Maret 2026

Bacaan Injil: Yoh 4:43-54

 

Saudari-saudaraku yang terkasih,

Keselamatan atau berkat Allah membutuhkan kerja sama dan proaktif dari manusia. Tuhan menyediakan rahmat dan manusia diajak untuk berjuang dan berusaha meraihnya. Tidak cuma “kridho lumahing asta”.

Allah sudah mengulurkan rahmat, manusia diharapkan berjuang menggapainya dengan “angkat pantat” dan bergerak mendekati Allah. Istilah dosen teologi saya waktu itu, Rama Bernard Kieser, SJ: “Teologi Angkat Pantat”. Jadi, ada 2 gerakan yang saling mendekat dari pihak Allah dan manusia. Maka, terjadilah “klik” keselamatan.

Dalam Injil hari ini Tuhan Yesus datang dari Yudea ke Galilea-Kana. Ada seorang pegawai istana di Kapernaum yang berusaha menemui Yesus di Galilea. Ia memohon supaya Yesus menyembuhkan anaknya, sebab anaknya itu hampir mati. Orang itu berjuang datang dari Kapernaum ke Kana untuk menemui Yesus.

Dia percaya bahwa Tuhan Yesus bisa menyembuhkan anaknya. Ada 2 gerakan di sini: Yesus datang dan si pegawai istana berjuang mendekat sambil memohon kepada Yesus. “Tuhan, datanglah sebelum anakku mati,” pintanya. Akhirnya, mukjijat kesembuhan pun terjadi.

Pertanyaan refleksinya, Bagaimana hidup beriman kita akhir-akhir ini ini? Bersediakah kita bergerak “angkat pantat” mendekati dan menemui Yesus Sang Juru Selamat?

Marilah kita terus memperbarui relasi keakraban kita dengan Tuhan. Semoga masa Prapaskah saat ini menjadikan “Sing adoh dadi caket, sing wis caket samsaya rumaket kaliyan Gusti” (Yang jauh makin dekat, yang sudah dekat makin akrab dengan Tuhan).

Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang).

Y. Gunawan, Pr