Percik Firman: Godaan Menjual Tuhan

Twitter
WhatsApp
Email
Ada orang yang berpindah agama demi mendapat promosi jabatan. Ada pula yang demi karier berpindah agama. Ada orang yang berkomentar, “Tuhan ditukar dengan sepiring nasi”. Atau komentar lain, “Tuhan dijual dengan harta duniawi”.

Rabu, 1 April 2026

Bacaan Injil: Mat 26:14-25

 

Saudara-saudariku yang terkasih,

Ada orang yang berpindah agama demi mendapat promosi jabatan. Ada pula yang demi karier berpindah agama. Ada orang yang berkomentar, “Tuhan ditukar dengan sepiring nasi”. Atau komentar lain, “Tuhan dijual dengan harta duniawi”.

Bacaan Injil hari ini mengisahkan Yudas Iskariot yang tega menjual Yesus gurunya. Bisa jadi dia mata duitan. Dia menemui para imam kepala. Yudas bertanya: “Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?” Yudas menjual Yesus seharga 30 keping perak (sekitar 150 dinar). Uang ini sebesar uang ganti rugi budak yang dibunuh. Akhirnya, dia dicap ‘pengkhianat’.

Jika tidak ada hati-hati, kita bisa menjadi ‘yudas-yudas modern’. Menjual imannya untuk kepentingan pribadi demi materi. Menjual dirinya atau anggota keluarganya karena gila harta dan mengejar kenikmatan duniawi.

Tanpa sadar kita pun bisa menjadi ‘Yudas-yudas modern’ bagi Yesus dan Gereja-Nya masa kini. Kita sering menilai diri Yudas sebagai satu-satunya pengkhianat yang pernah menjual diri Kristus. Tetapi juga tidak sedikit orang Katolik yang dikuasai oleh iblis dan nafsu serakah seperti Yudas.

Karena dikuasai oleh nafsu serakah, tak jarang pula kita menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya. Akhirnya orang rela mengkhianati teman atau saudara agar dapat memperoleh keuntungan duniawi.

Pertanyaan refleksinya, pernahkah kita tergoda untuk menjual Tuhan atau menjual iman Katolik? Marilah mohon rahmat kehendak yang kuat agar kita dapat setia pada Yesus.

Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang).

Y. Gunawan, Pr