Percik Firman: Budaya Memuji

Twitter
WhatsApp
Email
Dalam Injil hari ini Tuhan Yesus membuat mukjizat dengan mengusir setan dari diri seseorang yang membisukannya. Ada 3 reaksi orang atas mukjizat Yesus ini, yaitu: memuji, menuduh/menfitnah, dan meminta tanda (meragukan).

Kamis, 12 Maret 2026

Bacaan Injil: Luk 11:14-23

 

Saudari-saudaraku yang terkasih,

Dalam Injil hari ini Tuhan Yesus membuat mukjizat dengan mengusir setan dari diri seseorang yang membisukannya. Ada 3 reaksi orang atas mukjizat Yesus ini, yaitu: memuji, menuduh/menfitnah, dan meminta tanda (meragukan).

Orang banyak memuji kehebatan Yesus. Mereka heran dan kagum. Tetapi ada juga orang yang tidak suka dengan tindakan Yesus ini, maka mereka menuduh/memfitnah Yesus bahwa Dia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul. Bahkan ada juga orang yang meminta tanda dari surga untuk mencobai Dia.

Atas hal-hal baik yang kita jumpai dalam hidup sehari-hari, kita biasanya memilih sikap yang mana? Memuji, menfitnah atau meragukan? Hidup adalah pilihan. Tindakan kita pun juga sebuah pilihan. Apa susahnya sih memuji dan mengapresiasi kebaikan orang lain?

Mari kita kembangkan budaya memuji dalam relasi hidup sehari-hari. Hidup makin berseri dan diwarnai harmoni yang menyejukkan hati dan budi. Jangan mudah menfitnah seseorang. Sakitnya tuhh di sini…. Yang hobi memfitnah, bertobatlah! Berhentilah memfitnah apalagi menyebar gossip!

Pertanyaan refleksinya, bagaimana sikap kita terhadap kebahagiaan dan keberhasilan orang lain? Apa tantangan yang biasanya dihadapi untuk memuji orang lain?

Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang).

Y. Gunawan, Pr