Percik Firman: Bisu dan Tuli Rohani

Twitter
WhatsApp
Email
Ada sebuah video pertunjukan Tarian Seribu Tangan (The Thousand Hand Dance). Pertunjukannya sangat menarik, membuat takjub dan tercengang. Para penarinya tuli alias tuna rungu. Tetapi Allah memberikan kepekaan hati dan perasaan pada mereka.

Jumat, 13 Februari 2026

Bacaan Injil : Mrk 7:31-37

 

Saudari-saudaraku yang terkasih,

Ada sebuah video pertunjukan Tarian Seribu Tangan (The Thousand Hand Dance). Pertunjukannya sangat menarik, membuat takjub dan tercengang. Para penarinya tuli alias tuna rungu. Tetapi Allah memberikan kepekaan hati dan perasaan pada mereka. Penampilan mereka sangat keren dan menakjubkan. Meskipun mereka tidak bisa mendengar keindahan musik yang mengiringinya, tarian mereka sangat memukau.

Bacaan Injil hari ini mengisahkan bagaimana banyak orang takjub dan tercengang melihat apa yang terjadi. Mereka melihat bahwa Yesus menyembuhkan orang tuli dan bisu. Orang banyak percaya akan keadilan dan belas kasih Tuhan. Mukjijat penyembuhan orang yang bisu dan tuli itu menunjukkan bahwa bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Percaya dan membuka hati itulah kuncinya.

Melihat apa yang terjadi, orang banyak berkomentar, ”Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata”.

Mungkin, kita bukanlah orang yang bisu dan tuli secara fisik. Bisa jadi kita tuli dan bisu secara rohani. Kita tuli untuk mendengarkan suara hati dan bisu untuk menyuarakan kebenaran. Barangkali dalam hidup ini kita masih suka mendengarkan dan mengatakan hal-hal yang tidak baik, seperti gosip, fitnah, hujat, umpatan, dan berita hoax.

Terinspirasi sabda Tuhan hari ini, marilah kita mengusahakan berkomentar secara positif seperti orang banyak itu. Sekaligus marilah kita membuka hati akan karya Tuhan dalam hidup ini. Marilah kita datang kepada Yesus agar menjamah diri kita.

Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang).

Y. Gunawan, Pr