Sabtu, 11 April 2026
Bacaan Injil: Mrk 16:9-15
Saudari-sauadaraku yang terkasih,
Dalam Anjuran Apostolik “Evangelii Gaudium” (Pewartaan Injil di Dunia Dewasa Ini), Paus Fransiskus mengajak kita untuk ambil bagian dalam tahap baru pewartaan Injil yang ditandai dengan kegembiraan. Diungkapkan bahwa Bapa Suci prihatin akan adanya orang Kristiani yang sepertinya berada di Masa Prapaskah tanpa mengalami Paskah (EG, no. 6), dan sering digoda dengan pandangan bahwa orang hanya dapat menjadi bahagia kalau ribuan kondisi diperoleh (EG, no. 7).
Bahkan Paus Fransiskus mengungkapkan kerinduannya, “Saya rindu menemukan kata-kata yang tepat untuk menimbulkan entusiasme untuk evangelisasi baru yang penuh semangat, kegembiraan, kemurahan hati, keberanian, kasih tak terbatas dan daya tarik!” (EG, no. 261).
Dalam bacaan injil hari ini, Tuhan Yesus yang bangkit menampakkan diri sebanyak 3 kali dalam situasi yang berbeda, yakni kepada Maria Magdalena, kepada dua murid yang sedang bepergian ke luar kota, dan kepada kesebelas murid yang sedang makan. Pada akhir Injil, Tuhan Yesus memberi amanat agung evangelisasi: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk”.
Amanat agung ini tidak hanya untuk para rasul zaman dulu, tetapi juga untuk kita saat ini. Kita dipanggil menjadi pewarta yang penuh semangat dan gembira. Kita perlu menghindari psikologi makam (mumi, museum), yakni menjadi pewarta dengan wajah muram, seperti orang pulang dari pemakaman, tak bersemangat, dan mudah gelisah.
Kita juga dipanggil untuk menjadi pewarta sekaligus orang suci dengan menjalani kehidupan kita dengan kasih. Sekaligus menyatakan kesaksian dalam tindakan kita, entah di manapun kita berada.
Jalan kesucian tersebut menurut Fransiskus dalam Gaudete et Exsultate merupakan suatu undangan yang tumbuh lewat tanda-tanda sikap sederhana, seperti: tidak terpancing untuk bergosip; sikap mau mendengarkan betapapun lelah; peduli dan mau menjumpai mereka yang miskin atau menghibur mereka yang sedang sedih; serta bertekun dalam doa-doa sederhana di saat-saat cemas, gelisah dan menghadapi persoalan.
Pertanyaan refleksinya, sejauh mana selama ini kita melaksanakan amanat agung evangelisasi dalam hidup sehari-hari? Apa tantangan kita untuk menjadi pewarta zaman sekarang ini?
Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang).
Y. Gunawan, Pr









