Percik Firman : Hati yang Bersyukur

Twitter
WhatsApp
Email
”Aku bersyukur kepada-Mu, ya Bapa, Tuhan langit dan bumi!” (Mat. 11: 25)

Rabu, 15 Juli 2026
PW St. Bonaventura
Bacaan Injil: Mat 11:25-27

”Aku bersyukur kepada-Mu, ya Bapa, Tuhan langit dan bumi!” (Mat. 11: 25)

Saudari-saudaraku yang terkasih,
Saat masih menjadi ketua UNIO Keuskupan Agung Semarang (KAS), paguyuban para Imam Diosesan KAS, Bapak Kardinal Ignatius Suharyo Pr pernah menegaskan pada tahun 1991 demikian, ”Bersyukur itu membahagiakan, membebaskan dan menyelamatkan. Sebaliknya orang tidak tahu bersyukur, segala sesuatu adalah kewajiban, beban, paksaan atau nasib”.

Demikian pula dalam Surat kepada Para Imam Praja di KAS pada tanggal 3 April 1980, Bapak Kardinal Darmojuwono Pr mengungkapkan, ”Orang yang dapat berterimakasih (bersyukur) secara ikhlas dan jujur adalah orang yang bahagia. Sebaliknya, orang yang sukar melihat karunia Tuhan dan mudah melihat kekurangan saja akan merasakan suatu tekanan”.

Orang yang bersyukur adalah orang yang beriman. Bersyukur menjadi tanda bahwa seseorang itu beriman. Bersyukur bisa membuat orang bahagia. Kita bersyukur, maka kita bahagia. Rasa syukur itu membahagiakan.

Dalam bacaan Injil hari ini, kita mendapat teladan pribadi yang bersyukur, yaitu Yesus sendiri. Dalam doa kepada BapaNya, Yesus pertama-tama mengucap syukur. Dikatakan, ”Aku bersyukur kepada-Mu, ya Bapa, Tuhan langit dan bumi!”

Rasa syukur itu didasarkan pada kenyataan bahwa Allah menyatakan banyak hal kepada orang kecil, bukan kepada orang yang cerdik pandai. Orang kecil mempunyai keutamaan sikap rendah hati untuk dibimbing Tuhan dan mengandalkan Tuhan.

Marilah kita kembangkan hati yang penuh syukur tanpa libur, dalam suka duka, sehat sakit, kaya sederhana, atau tua muda. Semoga kita makin diberkati Tuhan dan makin menjadi pribadi yang bersyukur dalam aneka situasi.

Berkah Dalem dan Salam teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang).

Y. Gunawan, Pr