Percik Firman: Perjuangan Tidak Mengkhianati Hasil

Twitter
WhatsApp
Email
Merenungkan sabda Tuhan pada Novena Roh Kudus hari pertama ini, saya teringat akan nasihat dan kearifan hidup dari nenek moyang kita. Ada pepatah Jawa: “Sing sapa obah bisa mamah, sing sapa ubet bisa ngliwet. Ana dina ana sega. Ana awan ana pangan”.

Jumat, 15 Mei 2026

Novena Roh Kudus hari ke-1

Bacaan Injil: Yoh 16:20-23a

 

Saudari-saudaraku yang terkasih,

Merenungkan sabda Tuhan pada Novena Roh Kudus hari pertama ini, saya teringat akan nasihat dan kearifan hidup dari nenek moyang kita. Ada pepatah Jawa: “Sing sapa obah bisa mamah, sing sapa ubet bisa ngliwet. Ana dina ana sega. Ana awan ana pangan”. (Barangsiapa mau bekerja bisa makan, barangsiapa tekun bekerja bisa memasak. Ada hari pasti ada rejeki).

Ada pula pepatah lain “Jer basuki mawa beya”. Artinya, untuk bisa hidup bahagia, kita harus tekun berjuang dan berkorban. Hal ini senada dengan ungkapan Indonesia: “Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian, bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian”.

Untuk hidup bahagia atau sukses, dibutuhkan perjuangan dan ketekunan. Demikian pula untuk menjadi murid Yesus. Juga butuh perjuangan. Perjuangan tidak akan mengkhianati hasil.

Tuhan Yesus hari ini menegaskan bahwa dukacita akan mendahului kemenangan atau sukacita. Diungkapkan, “Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia”.

Tuhan Yesus menjelaskan dengan contoh yang sangat konkret, terkait pengalaman para ibu yang melahirkan anaknya. Saya yakin para ibu dapat lebih mudah memahami sabda Tuhan hari ini.

Ibu mengandung dan melahirkan anak dengan penuh perjuangan dan  pengorbanan. Dukacita dan sakit sang ibu tidak diingatnya lagi, ketika buah hatinya lahir ke dunia. Kehadiran sang bayi menghibur dan memberi energi positif bagi sang ibu.

Selama 9 bulan lebih seorang ibu harus “menggendong” janin ke mana-mana, tidur kurang nyaman, harus serba hati-hati, makan juga selektif demi kesehatan si janin, dsb. Dari perjuangan para ibu, kita bisa menimba keutamaan, yaitu: Pengorbanan, Ketekunan, dan Kasih (PKK).

Semoga ibu-ibu yang sedang mengandung dan menanti kelahiran sang buah hati diberkati Tuhan dan dibimbing Roh Kudus. Semoga sang ibu dan janin sehat. Saatnya nanti bayi bisa ‘turas’ (metu waras-lahir sehat dan selamat).

Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang).

Y. Gunawan, Pr