PAROKI NANDAN — Tim Pelayanan Pastoral Keluarga Paroki Santo Alfonsus Maria de Liguori Nandan menyelenggarakan Perayaan Misa Paskah dan Gathering Rayon Sleman bagi Umat Berkebutuhan Khusus (UBK) di kawasan Sinduadi pada Jumat, 1 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi implementasi arah dasar Keuskupan Agung Semarang untuk mewujudkan Gereja yang bahagia, inspiratif, dan mensejahterakan bagi seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali.
Sebanyak kurang lebih 100 peserta yang terdiri dari penyandang tunarungu, tunagrahita, autisme, serta berbagai kebutuhan khusus lainnya hadir didampingi pihak keluarga. Acara dimulai dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin langsung oleh Romo Paroki, Aloysius Gonzaga Luhur Prihadi, Pr., dan dilanjutkan dengan sesi ramah tamah untuk mempererat persaudaraan antarumat di wilayah Rayon Sleman.

Dalam homilinya, Romo Aloysius Gonzaga Luhur Prihadi, Pr. menekankan bahwa perayaan ini merupakan bentuk penguatan iman, baik bagi UBK maupun para pendampingnya. Menurutnya, dedikasi keluarga dalam mendampingi UBK adalah wujud nyata menghadirkan kasih Allah di dunia.
“Pendampingan yang tulus tersebut menjadi sumber kebahagiaan sekaligus panggilan hidup yang luhur dalam keluarga,” ujar Romo Luhur di hadapan para jemaat.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Tim Pastoral Keluarga Paroki Nandan, Christopher, mengungkapkan rasa syukurnya atas tingginya antusiasme peserta. Ia mencatat bahwa kegiatan ini berhasil menjadi ruang aman bagi UBK yang selama ini cenderung ragu untuk tampil dalam kegiatan sosial bersama umat lainnya.
“Kami bersyukur melihat mereka begitu bahagia dan percaya diri. Semoga semangat Paskah ini dapat terus dihidupi di lingkungan masing-masing,” ungkap Christopher.

Suasana kebersamaan semakin hangat saat memasuki sesi aktivitas bersama, salah satunya permainan mencari telur Paskah. Para peserta tampak antusias menyisir lokasi acara untuk menemukan telur yang kemudian ditukarkan dengan hadiah dari panitia. Keceriaan ini menjadi simbol kebangkitan dan harapan bagi para peserta.
Melalui kegiatan ini, Gereja menegaskan komitmennya bahwa Umat Berkebutuhan Khusus adalah bagian integral yang tidak terpisahkan dari dinamika menggereja. Keterlibatan aktif mereka dalam setiap kegiatan diharapkan dapat terus memupuk rasa memiliki dan kepedulian antarsesama secara berkelanjutan.
Informasi ini disampaikan oleh Bapak Y. Edi Setyohardjo dan Bapak Christopher








