Perkuat Sinergi Kemasyarakatan, PK3 dan FMKI Se-KAS Rancang Program Strategis 2026 dan Persiapan PERNAS

Twitter
WhatsApp
Email

FMKI DIY – Ketua Komisi Penghubung Karya Kerasulan Kemasyarakatan (PK3) bersama Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI) tingkat Provinsi serta Kabupaten/Kota se-Keuskupan Agung Semarang (KAS) menggelar pertemuan koordinasi pada Minggu (1/3/2026). Bertempat di Omah Cemara Sego Pecel Blora, Sleman, pertemuan ini bertujuan menyampaikan program kerja PK3 KAS tahun 2026 sekaligus mematangkan persiapan Pertemuan Nasional (PERNAS) FMKI yang akan diselenggarakan di wilayah KAS.

Pertemuan lintas kevikepan yang meliputi wilayah Semarang, Surakarta, Kedu, serta Yogyakarta Barat dan Yogyakarta Timur ini menjadi ajang evaluasi capaian program 2025. Forum tersebut juga fokus merancang kegiatan tahun 2026 agar selaras dengan Arah Dasar (Ardas) Keuskupan Agung Semarang, mencakup pemberdayaan masyarakat dan kaderisasi umat di berbagai rayon.

Vikaris Episkopal (Vikep) Yogyakarta Barat, Romo AR Yudono Suwondo, yang hadir memberikan arahan, menegaskan peran strategis PK3 sebagai jembatan antara Gereja dan dinamika sosial masyarakat.

Vikaris Episkopal (Vikep) Yogyakarta Barat, Romo AR Yudono Suwondo, yang hadir memberikan arahan, menegaskan peran strategis PK3 sebagai jembatan antara Gereja dan dinamika sosial masyarakat. Ia menekankan bahwa kehadiran umat Katolik di ranah publik merupakan wujud kontribusi nyata bagi kebaikan umum (*bonum commune*).

“PK3 itu penghubung karya kerasulan kemasyarakatan. Tugasnya menghubungkan karya-karya kemasyarakatan dengan Gereja. Gereja tidak mungkin langsung memikirkan soal elektoral politik atau perkembangan wilayah secara teknis. Maka yang bertugas adalah kaum awam yang tergabung dalam kelompok-kelompok kemasyarakatan,” ujar Romo Wondo.

Ketua Komisi PK3 Kevikepan Yogyakarta Barat, Romo Rosarius Sapto Nugroho, Pr., mengingatkan pentingnya penguatan kelompok basis di paroki-paroki.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Komisi PK3 Kevikepan Yogyakarta Barat, Romo Rosarius Sapto Nugroho, Pr., mengingatkan pentingnya penguatan kelompok basis di paroki-paroki. Ia mendorong agar program yang disusun mampu menyentuh level RT, RW, hingga tingkat pemerintahan desa.

“Saya berharap PK3 dan FMKI tetap bersinergi, terutama untuk menindaklanjuti kebersamaan seluruh umat KAS dalam mensosialisasikan arah dasar kepada para pelaku karya kemasyarakatan, entah di tingkat RT, RW, desa, ASN, TNI, Polri, maupun legislatif,” ungkap Romo Sapto.

Dalam sesi laporan rayon, perwakilan Kevikepan Semarang, Boju, memaparkan tiga program prioritas 2026, yakni koordinasi rutin dengan Ormas, pendampingan perangkat lingkungan (RT/RW), serta penyelenggaraan Sekolah Pemberdayaan Perempuan untuk kaderisasi perempuan muda. Sementara itu, Priyo dari wilayah Kedu melaporkan rencana dialog harmoni lintas iman melalui seni dan olahraga pada September mendatang guna memperkuat toleransi di akar rumput.

Aspek kaderisasi generasi muda juga menjadi sorotan utama. Adam Sulaksana dari Kevikepan Yogyakarta Barat melaporkan keberhasilan pilot project edukasi Orang Muda Katolik (OMK) yang diikuti 43 peserta. Program ini direncanakan berlanjut dalam tiga tahap agar pembinaan kepemimpinan lebih berkesinambungan.

Pertemuan lintas kevikepan yang meliputi wilayah Semarang, Surakarta, Kedu, serta Yogyakarta Barat dan Yogyakarta Timur ini menjadi ajang evaluasi capaian program 2025.

Romo Wondo juga mendorong para pengurus untuk mulai melakukan kajian visioner terkait dinamika wilayah dalam sepuluh tahun ke depan, termasuk dampak migrasi penduduk dan pembangunan infrastruktur di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. “Jangan hanya bekerja sebagai pelaksana, tetapi juga menjadi pemimpin yang punya prediksi ke depan,” tegasnya.

Melalui konsolidasi ini, PK3 dan FMKI se-KAS berkomitmen untuk memastikan Gereja hadir secara relevan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas melalui gagasan maupun tindakan nyata yang berkelanjutan.

Berita Terkini

Ketua Komisi Penghubung Karya Kerasulan Kemasyarakatan (PK3) bersama Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI) tingkat Provinsi serta Kabupaten/Kota se-Keuskupan Agung Semarang (KAS) menggelar pertemuan koordinasi pada Minggu (1/3/2026).

Berita Rayon