Senin, 9 Februari 2026
Bacaan Injil : Mrk 6:53-56
Saudari-saudaraku yang terkasih,
Setiap perjumpaan dengan Tuhan bisa membawa perubahan hidup kita, baik secara lahir maupun batin. Ekaristi adalah wujud nyata perjumpaan kita dengan Yesus. Bahkan kita bisa menyentuh dan bersatu dengan Kristus lewat menerima komuni atau Tubuh Kristus.
Bacaan Injil hari ini mengisahkan mukjizat penyembuhan Yesus di Genesaret. Banyak orang yang menjamah jumbai jubah Yesus dan mereka menjadi sembuh. Dikisahkan Santo Markus: “Kemana pun Yesus pergi … semua orang yang menjamahnya menjadi sembuh”.
Merenungkan bacaan Injil hari ini, saya teringat saat ada perarakan Sakramen Mahakudus, tak jarang ada umat yang berusaha mendekati saya dan menjamah kasula atau velum yang dipakai. Mereka percaya bahwa dengan menjamah kasula atau velum itu, mereka akan merasakan kedamaian batin atau menerima rahmat tertentu. Mereka meyakini ada rahmat Tuhan yang mengalir melalui kain velum itu.
Dulu orang Yahudi dan orang Farisi kerap berjumpa dengan Yesus, tetapi tidak terjadi perubahan apa-apa dalam hidup mereka. Mengapa? Karena mereka tidak percaya akan Yesus. Sedangkan orang yang sederhana menjumpai Yesus dengan iman mereka, sehingga mereka mendapat rahmat yang dirindukan, yakni kesembuhan.
Mereka datang berbondong-bondong pada Yesus dengan iman. Keselamatan terjadi saat orang percaya dan hati terbuka menerima kehadiran-Nya dalam hidup kita.
Pertanyaan refleksinya, apa yang menjadi kerinduan kita terhadap Tuhan Yesus saat ini? Maukah kita menjamah dan dijamah Yesus? Semoga saudara/saudari yang saat ini sedang sakit diberi kekuatan, semangat dan kesembuhan oleh Yesus Sang Tabib Agung.
Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang).
Y. Gunawan, Pr









