Percik Firman: Menerangi dan Menghangatkan

Twitter
WhatsApp
Email
Selain sebagai penerangan, pelita juga berfungsi untuk menghangatkan. Begitulah seharusnya keberadaan kita orang beriman Katolik di dunia ini, yaitu mampu menghadirkan kehangatan bagi orang-orang di sekitar. Mengapa?

Minggu Biasa V, 8 Februari 2026

Bacaan Injil : Mrk 6:30-34

 

Saudari-saudaraku yang terkasih,

Dalam kehidupan ini ada banyak alat penerang, seperti obor, pelita, lilin, lampu senthir, lampu teplok, lampu petromaks, lampu bolam/listrik, lampu senter, dll. Agar bisa berfungsi menerangi dengan baik, lampu itu diletakkan di tempat yang strategis, baik di atas meja, digantung, atau ditempelkan pada dinding rumah.

Dalam bacaan Injil pada Hari Minggu Biasa ke-5 ini, Tuhan Yesus mengungkapkan bahwa pelita harus ditempatkan di tempat yang kelihatan. Sebuah pelita akan bersinar terang dan berguna, jika ditempatkan di tempat yang tepat.

Pelita yang ditaruh di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, akan tertutup cahayanya, tidak berfungsi, dan tidak berguna. Tetapi kalau pelita itu ditaruh di atas kaki dian, barulah ia berguna dan menjadi berkat sebab menerangi tempat itu.

Selain sebagai penerangan, pelita juga berfungsi untuk menghangatkan. Begitulah seharusnya keberadaan kita orang beriman Katolik di dunia ini, yaitu mampu menghadirkan kehangatan bagi orang-orang di sekitar. Mengapa?

Sebab dunia saat ini telah menjadi dingin (menipisnya ‘rasa’ kasih), di mana manusia lebih mencintai dirinya sendiri, tidak tahu berterima kasih, sulit bersyukur, mudah mencela dan mencari-cari kejelekan orang lain, serta sulit berdamai dengan orang yang pernah melukai.

Pertanyaan refleksinya, Bersediakah kita hadir sebagai pelita masa kini yang menerangi dan menghangatkan keluarga dan orang-orang di sekitar kita? Apa yang ingin kita usahakan agar dapat menjadi “pelita” masa kini?

Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang).

Yohanes Gunawan Pr