Percik Firman: Menyimpan Dendam

Twitter
WhatsApp
Email
Hati-hati dengan sikap menyimpan dendam. Kenapa?

Jumat Pertama, 6 Februari 2026

Peringatan Wajib St. Paulus Miki dkk Martir Jepang

Bacaan Injil : Mrk 6:14-29

 

Saudari-saudaraku yang terkasih,

Hati-hati dengan sikap menyimpan dendam. Kenapa? Menurut kesaksian umat yang sering mendampingi orang yang sedang sakratul maut, orang yang masih menyimpan dendam mengalami kesulitan untuk meninggal dunia. Ketika bisa memaafkan, ia akhirnya meninggal dunia dengan tenang. Wajahnya bercahaya dan tampak damai.

Secara psikologis, ada studi menunjukkan bahwa menyimpan dendam serta senantiasa berperasaan negatif berakibat buruk bagi kesehatan mental kita. Berdasarkan penelitian dari Medical College of Georgia, misalnya, orang-orang yang mengaku memiliki dendam selama bertahun-tahun akan mengalami peningkatan risiko beberapa masalah kesehatan.

Bacaan Injil pada hari Jumat Pertama ini mengisahkan dendam yang dialami Herodias kepada Yohanes Pembaptis. Diungkapkan, “Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud untuk membunuh dia, tetapi tidak dapat.”

Kita tahu, Herodias adalah isteri dari Filipus, yang kemudian diambil oleh Raja Herodes menjadi isterinya. Padahal Filipus adalah saudaranya Raja Herodes sendiri. Ora ilok yaaa. Sungguh perbuatan yang tidak etis.

Atas tindakan yang tidak etis itu, Yohanes mengkritik keras di hadapan umum. Akibatnya, Yohanes ditangkap dan dipenjara. Dendam Herodias pada Yohanes memuncak dengan kematian Yohanes yang dipenggal kepalanya saat Sang Raja mengadakan pesta.

Pada hari ini tanggal 6 Februari Gereja memperingati para martir Jepang, yaitu St Paulus Miki dkk. Ada 26 martir. Paulus Miki (1562-1597) adalah seorang imam yang pandai berkhotbah. Para martir itu disesah dan disalibkan di hadapan rakyat banyak. Dari atas salibnya, Paulus Miki terus berkhotbah untuk meneguhkan iman kawan-kawannya. Akhirnya, lambung mereka ditusuk dengan tombak hingga mati pada tahun 1597.

Kita sebagai orang beriman diharapkan dapat bertumbuh dalam kasih, tidak perlu menyimpan dendam. Sebagai orang yang dewasa, kita perlu berterimakasih atas kritikan yang ada demi kebaikan kita.

Pertanyaan refleksinya, apakah hari-hari ini kita masih menyimpan dendam dengan seseorang? Apa niat kita sebagai pengikut Kristus agar tidak lagi menyimpan dendam kepada orang lain?

Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang).

Yohanes Gunawan Pr