Berjalan kaki jarak jauh bukan sekadar soal ketahanan fisik, melainkan juga perjalanan iman. Inilah yang dihayati umat Paroki Jombor saat melaksanakan Mlampah Ziarah Bungah—berjalan kaki berziarah dengan penuh sukacita—menuju Gua Maria Marganingsih (GMM) Bayat pada Sabtu, 24 Januari 2026. Dalam langkah sederhana itu, iman, persaudaraan, dan semangat berjalan bersama dirayakan secara nyata.

Para peserta mulai berkumpul sejak pukul 16.00 WIB untuk persiapan, termasuk pengecekan kesehatan. Rombongan berangkat pukul 17.00 WIB dan tiba di GMM Bayat sekitar pukul 22.00 WIB. Demi keselamatan dan kenyamanan, panitia menyiapkan tim rescue serta kendaraan pendukung bagi peserta yang tidak memungkinkan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Perjalanan pulang pun telah disiapkan menggunakan kendaraan yang tersedia.

Kegiatan ini lahir dari semangat sederhana dari hal kecil seperti Santa Theresia teladankan, serta kerinduan untuk semakin menguatkan iman melalui perjalanan mlampah ziarah dalam semangat sukacita iman. Kegiatan ini terbuka untuk seluruh umat mulai Anak-anak hingga lansia dapat ikut serta sesuai kemampuan masing-masing. Umat yang tidak memungkinkan ikut berjalan pun tetap terlibat sebagai relawan pendukung, sehingga setiap orang dapat berjalan bersama dalam cara masing-masing.

Setibanya di lokasi ziarah, peziarah disambut oleh sebagaian pengelola GMM dan DPPH Paroki Bayat. Ketua Pengelola GMM, Bapak Ig. Sarwana, menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut dan menyambut para peziarah dengan minum serta makanan ringan sederhana.

“Kami menyambut dengan senang hati kegiatan ini. Semoga ziarah ke GMM semakin menumbuhkan iman, persaudaraan, dan rasa memiliki satu sama lain sebagai umat Allah,” ungkapnya.

Ketua rombongan, Bapak Johanes Nugroho, Wakabid Rumah Tangga Paroki Jombor, menjelaskan bahwa mlampah ziarah ini berawal dari kebersamaan sederhana beberapa umat yang rutin berkumpul di gereja. Dari perjumpaan tersebut tumbuh semangat persaudaraan yang kemudian berkembang.
“Awalnya hanya kumpul di gereja. Dari situ tumbuh rasa guyub, lalu muncul kerinduan untuk berjalan bersama dalam iman, sampai akhirnya terlibat aktif dalam pelayanan Gereja. Berproses dari pelayan latar menjadi pelayan altar.” tuturnya.
Wakil Ketua DPP Awam, Bapak FX. Joko Indarto, menegaskan bahwa kegiatan ini sengaja dirancang tanpa agenda formal. Para peserta diberi ruang untuk membangun kebersamaan dan komunikasi yang cair. Dalam perbincangan ringan antar peziarah, umat Paroki Jombor saling berbagi pengalaman pelayanan, termasuk refleksi iman.
“Kegiatan ini dibuat santai, tanpa acara khusus. Intinya membangun kekompakan (guyub) dan menggali ide-ide pelayanan dalam suasana nonformal. Kadang justru dari obrolan santai muncul ide-ide segar untuk pelayanan. Kita saling belajar dan saling menguatkan.” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Bapak Th. Agung, Wakil Ketua DPP Paroki Bayat, turut berbagi praktik pelayanan yang dijalankan di Paroki Bayat. Perjumpaan ini menjadi ruang saling belajar dan saling meneguhkan antarparoki dalam semangat berjalan bersama.

Menjelang tengah malam, para peziarah kembali pulang. Melalui Mlampah Ziarah Bungah, umat Paroki Jombor menghadirkan wajah Gereja yang berjalan bersama secara sederhana namun nyata—saling mendengarkan, saling menguatkan, dan bertumbuh dalam iman.
Penulis: TAW – Paroki Bayat
Dokumentasi: Tim Mlampah Bungah – Paroki Jombor









