MAGELANG, KEDU- Hari Anak Misioner Sedunia atau HAMS Minggu, 4 Januari 2026 bertemakan “One in Christ, United in Mission” atau dalam Bahasa Indonesia Satu dalam Kristus, Bersatu dalam Misi”.
Tema tersebut mengingatkan, bahwa anak-anak dan remaja bukan sekadar sosok yang menerima perhatian pastoral, namun subyek yang aktif dalam misi Gereja.

Hari Anak Misioner 2026 menyalakan semangat yang mewujudkan “Children Helping Children” atau Anak menolong Anak.
Dorongan itu lahir dari kondisi yang tengah terjadi di Dunia. Khususnya Indonesia di tengah bencana alam yang tengah melanda, HAMS 2026 mengajak anak-anak memanifestasikan wajah Gereja yang penuh harapan dan solidaritas juga kepedulian nyata.
Sebagai informasi, bulan Januari juga sebagai perayaan Hari Epifani atau Perayaan Penampakan Tuhan yang menandai peristiwa saat keselamatan Tuhan dinyatakan kepada seluruh umat manusia, salah satu tandanya adalah melalui kisah Tiga Orang Majus dari Timur yang datang untuk memberikan persembahan bagi Bayi Yesus.

Sedikit kilas balik soal Hari Anak Misioner Sedunia, Paus Pius XI mengenalkan Hari Anak Misoner untuk mendorong anak-anak membagikan perhatian lebih pada sesamanya di seluruh dunia, utamanya pada Perkumpulan Anak-anak Misioner Kepausan yang dikenal di Inggris dan Wales sebagai Mission Together, sementara di Indonesia lebih dikenal dengan sebutan Serikat Kepausan Anak-anak dan Remaja Misioner atau (SEKAMI).
Sebagai informasi, Mission Together atau Masa Kanak-kanak Kudus dimulai tahun 1843 oleh Uskup Prancis Charles de Forbin-Janson yang meminta anak-anak di Prancis berdoa penuh selama satu bulan untuk membantu bayi-bayi di luar negeri yang hidup dalam lingkup kemiskinan
Di Paroki Santo Yusuf Mertoyudan, Kabupaten Magelang peringatan Hari Anak Misioner Sedunia dirayakan dengan berkumpul dan berkreasi bersama. Seratusan anak dengan orang tua serta pendamping berkumpul di Griya Witaka, gedung pertemuan milik Gereja Santo Yusuf Mertoyudan.
Pembawa acara Kak Linda juga Kak Kunti memandu perhelatan itu dengan meriah. Mengawalinya dengan menyanyi lagu Aku Diberkati lengkap dengan gerakan yang memompa semangat.

Dalam peringatan Hari Anak Misioner ke-183 ini, anak-anak di Paroki Santo Yusuf Pekerja Mertoyudan diajak untuk memaknai bersatu dalam misi dan satu dalam Kristus, dengan menjadi anak misioner yang sejati
” Puji Tuhan Anak-anak senang juga bisa bertemu teman-temannya di sini, seru mengajak anak bernyanyi sekaligus membuat keterampilan”, kata Tri salah satu orang tua yang mendampingi putrinya hadir dalam acara Minggu siang itu.

Tidak hanya anak-anak yang ikut memeriahkan acara. Para pendamping yang senantiasa menemani anak-anak juga tampil untuk menunjukan bahwa mereka sepenuh hati memberikan kasih untuk anak yang mereka damping.

Siang itu acara berlangsung dengan meriah, Romo Paroki Santo Yusuf Pekerja Mertoyudan Antonius Abbas Kurnia Andrianto, Pr ‘’mengawal’’ acara dengan hadir dan ikut bernyanyi bersama. Kemudian prosesi ditutup dengan foto bersama dengan latar hasil kreatif para pendamping Pendampingan Iman Usia Dini (PIUD), Pendampingan Iman Anak (PIA), Pendampingan Iman Remaja (PIR) Paroki Santo Yusuf Pekerja Mertoyudan.
Penulis: Agus Weraiter
Editor: Agus Weraiter









