Girisonta – Di tengah maraknya isu intoleransi di berbagai daerah, warga RW 3 Glodogan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, menunjukkan praktik toleransi beragama melalui perayaan Natal Bersama yang melibatkan pemuka agama Islam sebagai pemberi renungan.
Perayaan Natal bertema “Natal sebagai Terang Kehidupan: Menguatkan Toleransi, Kesederhanaan, dan Gotong Royong” tersebut digelar pada Sabtu (10/1/26) malam. Acara baru dimulai sekitar pukul 20.00 WIB, setelah warga Muslim setempat menunaikan ibadah Sholat Isya, sebagai bentuk penghormatan antarumat beragama.
Nilai toleransi tidak hanya tercermin dari kehadiran warga lintas agama, tetapi juga dari konsep acara yang menghadirkan seorang ustadz sebagai pengisi renungan Natal. Renungan disampaikan oleh Dr. H. Ahmad Hanik, M.Pd., atau yang akrab disapa Gus Hanik, mantan Ketua PCNU Kabupaten Semarang periode 2013–2018 sekaligus dosen Universitas Ngudi Waluyo Ungaran.

Dalam renungannya, Gus Hanik mengajak peserta memaknai konsep insan atau an-nas dalam bahasa Arab sebagai simbol harmoni antar manusia. Ia menegaskan bahwa umat Islam diperbolehkan mengikuti kegiatan sosial lintas agama dalam konteks muamalah, yakni hubungan kemanusiaan dan sosial dalam kehidupan bermasyarakat. “Glodogan bisa disebut sebagai Indonesia mini karena toleransi dan gotong royongnya. Kolaborasi seperti ini patut dicontoh dan akan saya sampaikan dalam forum-forum pengajian di tempat lain,” ujar Gus Hanik.

Acara tersebut dihadiri Camat Bawen Aris Setyawan, S.STP., M.M., Lurah Harjosari, pamong budaya, pengurus RT/RW, serta warga Katolik dan Muslim setempat. Rangkaian acara dibuka dengan penyalaan sembilan lilin oleh perwakilan pemerintah, tokoh agama Islam, serta perwakilan warga Katolik dan Muslim.
Ketua Panitia, FX Suyadi, menjelaskan bahwa konsep perayaan ini sengaja dirancang untuk menghadirkan perspektif berbeda dalam memaknai Natal. “Warga ingin merenungkan makna Natal dari sudut pandang yang lebih luas dan inklusif,” ujar tokoh Katolik Stasi Glodogan, Paroki Santo Stanislaus Girisonta.
Camat Bawen Aris Setyawan menyampaikan apresiasinya atas semangat persatuan warga Glodogan. Menurutnya, nilai gotong royong dan persatuan yang tercermin dalam acara tersebut sejalan dengan slogan “Glodogan Bersatu untuk Maju” yang masih terjaga hingga kini. (BD Elwin)