Semarang – Supervisi Periode Tahun 2025-2026 menyisakan 17 Paroki dan 3 Stasi untuk di Supervisi di tahun 2026. Supervisi putaran kedua ini kembali dimulai pada awal bulan Februari 2026. Hari Senin, 2 Februari 2026, Stasi Santo Paulus Sampangan yang merupakan bagian dari Paroki Santa Perawan Maria Ratu Rosario Suci Randusari – Katedral Semarang mendapat kesempatan dan pengalaman pertama di Supervisi, karena pada Periode sebelumnya Stasi tidak mendapat jadwal Supervisi.

Dalam pengantar awal, Romo Ignatius Suharyono, Pr., selaku perwakilan dari Kuria menyampaikan jika Supervisi ini adalah yang pertama untuk Stasi Sampangan, maka stasi wajib mencatat ini sebagai memori. Dalam pengantarnya Romo Haryono menceritakan sejarah singkat Supervisi di Keuskupan Agung Semarang (KAS), yang dimulai pada tahun 1997 oleh Mgr. Ignatius Suharyo, yang waktu itu menjabat sebagai Uskup Agung KAS.

Selanjutnya, Romo JB. Rudy Hardono, Pr., selaku Ketua Tim Supervisi mengawali pengantarnya dengan membacakan Kanon 396-398, dimana dalam Kitab Kanon tersebut tertulis, bahwa salah satu tugas Uskup adalah melakukan kunjungan kanonis. Untuk hal ini, Uskup mendelegasikan kepada Vikep, dan Vikep membentuk Tim, yaitu Tim Supervisor.
Romo Vikep menjelaskan tujuan dari Supervisi ini, yaitu tim datang untuk melihat dan mengamati bentuk pertanggung jawaban dan mengevaluasi dari tugas dan pelayanan para pengurus di Stasi Sampangan. Beliau menggaris bawahi tentang pelayanan yang kita kerjakan adalah sebuah mandat dari Gereja, dan tidak “sak karepe dewe”, maka dari itu perlu dilihat dan dievaluasi, salah satunya adalah dengan adanya supervisi ini yang menyentuh 3 aspek, yaitu Tata Penggembalaan, Tata Kelola Administrasi dan Tata Kelola Harta Benda.

Terdapat penambahan personil tim Supervisor Kevikepan Semarang untuk memperkuat tim yang sudah ada, yakni Romo Ambrosius Heri Krismawanto, Pr., dan Romo Mateus Sumarno, MSF yang akan membantu di Tim Administrasi.

Dalam penutup acara, sebelum penyerahan Berita Acara sebagai simbolis telah terlaksananya Supervisi, Romo Vikep menyampaikan kutipan dari Bapa Suci ketika berkunjung ke Indonesia tahun 2024 yang lalu, yaitu “Fate Chiasso”, yang memiliki arti buatlah keributan. Pengurus Stasi Sampangan harus berani membuat keributan yang positif, yang membangun dengan berkreativitas dalam karya Pastoral.