Perkuat Sinergi, TPKP Rayon Sleman Timur Bedah Program Kerja Berbasis Ardas KAS IX

Twitter
WhatsApp
Email

PAROKI NANDAN – Komisi Keluarga Kevikepan Yogyakarta Timur menyelenggarakan Forum Group Discussion (FGD) Tim Pastoral Keluarga Paroki (TPKP) Rayon Sleman Timur di Joglo Antonio, Paroki Santo Alfonsus Nandan, Minggu (8/3/2026). Pertemuan ini bertujuan untuk menyelaraskan program kerja pendampingan keluarga di tingkat paroki dengan Arah Dasar (Ardas) Keuskupan Agung Semarang (KAS) IX.

Kegiatan ini dihadiri oleh 36 peserta yang merupakan perwakilan dari berbagai paroki di wilayah Rayon Sleman Timur. Fokus utama diskusi diarahkan pada efektivitas program kerja yang mampu menjawab persoalan riil keluarga Katolik saat ini, baik dari aspek materiil, moril, maupun penguatan iman.

Ketua Komisi Keluarga Kevikepan Yogyakarta Timur, Romo Marcelinus Moi MSF

Ketua Komisi Keluarga Kevikepan Yogyakarta Timur, Romo Marcelinus Moi MSF, dalam pengarahannya menekankan pentingnya pemetaan kondisi lapangan untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Sebagai pejabat baru di komisi tersebut, ia berharap forum ini menjadi sarana belajar bersama.

“Ini merupakan pertama kalinya saya bertugas, sehingga saya membutuhkan masukan dari para peserta untuk memahami kondisi keluarga di Kevikepan Yogyakarta Timur. Saya berharap FGD ini dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas kinerja pendampingan keluarga ke depan,” ujar Romo Marcelinus di hadapan para peserta.

Wakil Ketua Komisi Keluarga Kevikepan Yogyakarta Timur, Y. Edy Setyoharjo

Sejalan dengan visi keuskupan, Wakil Ketua Komisi Keluarga Kevikepan Yogyakarta Timur, Y. Edy Setyoharjo, memaparkan Ardas KAS IX yang mengusung tema “Menghadirkan Keluarga yang Bahagia, Menginspirasi, dan Mensejahterakan”. Ia menilai tugas TPKP sangat krusial karena bersentuhan langsung dengan dinamika keluarga.

“Tema ini sangat relevan dengan tugas TPKP. Dalam rangka meningkatkan kualitas kehidupan keluarga serta menumbuhkan kesadaran akan komunikasi yang sehat dan keharmonisan, kami akan menyelenggarakan Sekolah Keluarga Katolik,” jelas Edy Setyoharjo.

Thomas Rasul Mujiono memberi pengarahan fgd

Dalam sesi diskusi yang dipandu oleh Thomas Rasul Mujiono, peserta dibagi ke dalam empat kelompok untuk mengevaluasi program yang telah berjalan. Hasil diskusi mengungkap bahwa meski mayoritas paroki telah aktif melakukan pendampingan, optimalisasi pelayanan masih bergantung pada komitmen dan kualitas anggota TPKP di masing-masing wilayah.

Sejumlah program rutin yang menjadi tulang punggung pelayanan TPKP meliputi kunjungan keluarga, Misa pembaruan janji perkawinan, Katekese Persiapan Hidup Berkeluarga (KPHB), hingga kegiatan aftercare berupa rekoleksi dan seminar.

Menanggapi dinamika pendampingan, salah satu peserta senior, Tukirin, mengingatkan agar pendamping keluarga mengedepankan empati. “Pendamping keluarga tidak boleh mencari-cari masalah, melainkan membantu meringankan beban keluarga yang kesulitan. Menjadi pendengar aktif saja sudah menjadi bentuk bantuan yang sangat berarti,” tegasnya.

Sementara itu, peserta lain, Sun Punang, mengapresiasi inisiatif FGD ini sebagai ruang penguatan antarparoki. Ia mengusulkan adanya kesepakatan bersama untuk memastikan kinerja TPKP semakin solid dalam mewujudkan keluarga yang sesuai dengan marwah Ardas KAS.

Melalui FGD ini, TPKP Rayon Sleman Timur diharapkan mampu membangun sinergi yang lebih kuat. Pelayanan yang dihasilkan tidak hanya menyasar kebahagiaan internal keluarga, tetapi juga mendorong semangat Laudato Si—yakni keluarga yang sehat, inspiratif, dan peduli terhadap lingkungan hidup. (pka26)

Berita Terkini

Komisi Keluarga Kevikepan Yogyakarta Timur menyelenggarakan Forum Group Discussion (FGD) Tim Pastoral Keluarga Paroki (TPKP) Rayon Sleman Timur di Joglo Antonio, Paroki Santo Alfonsus Nandan, Minggu (8/3/2026).

Berita Rayon