Salatiga, 21 Maret 2026 – Dalam semangat toleransi beragama yang kental, Gereja Katolik Santo Paulus Miki Salatiga memberikan dampak sosial nyata saat Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447H. Paroki Salatiga menyediakan halaman Gereja dan basement Pastoran sebagai lahan parkir bagi umat Muslim yang melakukan Sholat Ied di halaman Korem 073/Makutarama.
Inisiatif ini menjadi bukti nyata kerukunan antarumat beragama di Salatiga. “Kami ingin menunjukkan bahwa rumah ibadah bukan hanya milik satu agama, tapi bisa menjadi fasilitas bersama untuk kebaikan masyarakat,” ujar Romo Petrus La Sadi, MSF, Pastor Paroki Salatiga.

Usai Shalat Ied, puncak kebersamaan terjadi di depan gerbang gereja. Romo Paroki, didampingi DPPH Paroki, serta beberapa umat Katolik, berbaris menyambut jemaah Muslim yang hendak pulang. Mereka saling bersalaman, berbagi ucapan, dan berfoto bersama, menciptakan suasana haru dan akrab.
“Ini bentuk nyata Bhinneka Tunggal Ika. Kami bangga bisa berkontribusi,” tambah DPPH, yang juga turut menyalami para jemaah sambil mengawal lalu lintas agar lancar.

Usai melakukan halal bi halal di halaman Gereja Salatiga, Romo La Sadi bersama Tim Pelayanan HAK Paroki Salatiga menyusuri rumah-rumah tokoh masyarakat untuk silaturahmi. Kunjungan dilakukan keempat lokasi berbeda ini jadi bukti nyata komitmen toleransi antaragama di Kota Salatiga.

Tujuan pertama adalah rumah dinas Wali Kota Salatiga, kemudian ke rumah bapak Ahmad Badruddin, pendiri Serikat Tani Qoriyah Toyibah. Selanjutnya rumah Kyai Maksum Ma’sumalarofi dari LPP NU. Terakhir adalah bapak Sugiyono, Ketua RW 06 di wilayah Gereja Salatiga. Romo La Sadi menuturkan, “Kunjungan rumah ke rumah ini untuk eratkan tali persaudaraan, saling maaf-memaafkan, biar Salatiga makin damai.”