Misa Inkulturasi Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Paroki Salatiga

Twitter
WhatsApp
Email
Umat Paroki Gereja Santo Paulus Miki Salatiga merayakan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili pada hari Selasa, 17 Februari 2026 dengan menggelar Misa Inkulturasi yang berlangsung meriah, khidmat, dan penuh makna.

Salatiga – Umat Paroki Gereja Santo Paulus Miki Salatiga merayakan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili pada hari Selasa, 17 Februari 2026 dengan menggelar Misa Inkulturasi yang berlangsung meriah, khidmat, dan penuh makna. Perayaan ini menjadi wujud syukur sekaligus ungkapan kebersamaan dalam keberagaman budaya dan iman.

Misa Imlek dipimpin oleh selebran utama, Romo Vincentius Wahyu Harjanto, MSF, dengan konselebran Romo Lasadi Petrus, MSF. Perayaan Ekaristi diwarnai nuansa khas Tionghoa melalui dekorasi bernuansa merah dan emas, penggunaan busana liturgi bernuansa budaya Tionghoa, serta iringan musik yang memadukan alat tradisional dengan tata perayaan Gereja Katolik.

Romo Wahyu saat homili dalam Misa Inkulturasi Imlek

Dalam homilinya, Romo Wahyu mengangkat tema tentang hubungan Gereja dengan agama-agama non-Kristen sebagaimana ditegaskan dalam dekrit Nostra Aetate (bahasa Latin yang berarti “Di Zaman Kita”). Dokumen yang dihasilkan dalam Konsili Vatikan II tersebut menegaskan sikap Gereja yang menghargai dan menghormati kebenaran serta nilai-nilai luhur yang terdapat dalam agama-agama lain.

“Perayaan Imlek dalam terang iman Kristiani menjadi kesempatan untuk membangun dialog, persaudaraan, dan sikap saling menghormati. Gereja tidak menutup diri, melainkan hadir untuk merangkul dan bekerja sama demi kebaikan bersama,” ungkap Romo Wahyu dalam homilinya.

Pembagian angpau bagi anak-anak setelah penerimaan berkat dahi

Suasana sukacita semakin terasa saat sesi berkat anak-anak. Seusai doa khusus, para imam membagikan angpau kepada anak-anak sebagai simbol kasih, doa, dan harapan akan berkat Tuhan di tahun yang baru. Momen ini disambut antusias oleh anak-anak dan orang tua yang hadir, termasuk beberapa anak berkebutuhan khusus yang turut ambil bagian dalam perayaan. Kehadiran mereka menjadi tanda nyata bahwa Gereja adalah rumah bersama yang terbuka dan ramah bagi semua, tanpa terkecuali.

Romo Lasadi saat memberkati bingkisan yang akan dibagikan kepada umat yang hadir

Sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan, panitia turut membagikan bingkisan Imlek kepada umat yang hadir. Pembagian bingkisan ini menjadi simbol berbagi rezeki dan mempererat tali persaudaraan antarumat.

Penampilan Barongsai Xiao Lung Hui dari SMP Pangudi Luhur Salatiga

Perayaan juga dimeriahkan oleh penampilan barongsai Xiao Lung Hui dari SMP Pangudi Luhur Salatiga. Atraksi barongsai yang enerjik dan penuh semangat tersebut mengundang tepuk tangan meriah dari seluruh umat yang memenuhi gereja.

Melalui Misa Inkulturasi Imlek 2026 ini, Gereja Santo Paulus Miki Salatiga kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan Gereja yang inklusif, dialogis, dan terbuka terhadap kekayaan budaya, selaras dengan semangat Nostra Aetate di tengah kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk.