Koordinasi Komisi PK3 Kevikepan Semarang Dengan Ormaskat Tingkat Kota, Kabupaten, dan Provinsi

Twitter
WhatsApp
Email
Komisi Penghubung Karya Kerasulan Kemasyarakatan (PK3) Kevikepan Semarang mengawali program pelayanan 2026 dengan mengadakan rapat koordinasi dengan ormaskat di tingkat Kota/Kabupaten dan Provinsi. Kegiatan dilaksanakan Minggu, 15 Februari 2026 bertempat di Joglo Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal Semarang.

Semarang – Komisi Penghubung Karya Kerasulan Kemasyarakatan (PK3) Kevikepan Semarang mengawali program pelayanan 2026 dengan mengadakan rapat koordinasi dengan ormaskat di tingkat Kota/Kabupaten dan Provinsi. Kegiatan dilaksanakan Minggu, 15 Februari 2026 bertempat di Joglo Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal Semarang. Penetapan tempat kegiatan bukan secara kebetulan, tetapi sebagai salah satu cara untuk menghidupi semangat yang disampaikan Mgr. Albertus Soegijapranata, SJ, 100% Katolik 100% Indonesia.

Hadir perwakilan dari Wanita Katolik RI DPD Jawa Tengah dan Komcab Kota Semarang; Pemuda Katolik Komda Jawa Tengah, Komcab Kota Semarang dan Kabupaten Semarang; PMKRI Jawa Tengah-DIY dan Kota Semarang; ISKA DPD Jawa Tengah, Kota Semarang dan Kabupaten Semarang; serta Vox Point DPD Jawa Tengah dan Kota Semarang.

Romo Wicak (memegang mic) saat menyampaikan tentang fokus ARDAS IX

Dalam pengantarnya Romo Yohanes Wicaksono, Pr., selaku Ketua Komisi PK3 Kevikepan Semarang menyampaikan tentang fokus ARDAS IX, Gereja yang Bahagia, Menginspirasi dan Menyejahterakan. Romo Wicak mengingatkan bahwa sebagai aktivis yang bergerak di bidang sosial politik kemasyarakatan harus bisa mengimplementasikan fokus ARDAS IX sesuai dengan visi-misi ormaskat masing-masing dan menunjukkan diri sebagai citra Allah (imago dei) di tengah masyarakat.

Setelah pengantar dari Ketua Komisi PK3 dilanjutkan dengan penyampaian program pelayanan PK3 tahun 2026. Di tahun ini selain mengumpulkan ormaskat untuk koordinasi dan bersinergi, Komisi PK3 membuat program pertemuan dengan para abdi masyarakat dengan tajuk “Abdi Masyarakat menjadi Agen Perubahan”. Pertemuan akan dilaksanakan di 3 rayon, yaitu Busidiana (19 April), Keris (21 Juni), dan Bagusto (20 September). Sapaan terhadap Abdi Masyarakat bertujuan untuk membersamai mereka saat menjadi pemimpin dan pelayang di tengah masyarakat dengan tetap berpegang pada ajaran kristiani.

Program yang lain adalah mengadakan sosialisasi katekese kebangsaan. Program ini menyesuaikan dengan program KUK PK3 KAS yang membuat panduan katekese kebangsaan. Selain program intern dari PK3, disampaikan pula program dari Kelompok Pelayanan (Pokyan) Apostolik, yaitu Sekolah Pemberdayaan Perempuan. Meskipun menjadi kerja bersama antar komisi yang ada di Pokyan Apostolik (HAK, KPKC dan PSE) namun PK3 berharap bisa bersinergi dengan teman-teman ormaskat dalam gagasan dan pelaksanaan.

Sharing program dari setiap ormaskat yang akan dilakukan dan yang sudah dilakukan

Sesi berikutnya dari ormaskat diminta untuk berbagi pengalaman baik tentang kegiatan yang sudah dan akan dilakukan. WKRI DPD Jawa Tengah menyampaikan memiliki program sekolah perempuan bagi anggotanya. Pemuda Katolik Kota Semarang dan Komda Jawa Tengah membuat pendampingan iman bagi remaja di sekolah negeri dan yang menjadi pilot project adalah SMPN 5 Semarang. Berawal dari SMPN 5, sampai saat ini banyak sekolah yang meminta pendampingan dari mereka. Permintaan ini tidak mudah untuk diterima karena harus melihat SDMnya dulu.  ISKA menyampaikan telah membuat modul untuk RT/RW yang bisa digunakan. Pendampingan terhadap abdi masyarakat ini sifatnya berkelanjutan, tidak bisa hanya dilakukan sesaat. PMKRI dengan kepengurusan yang baru pun memiliki program baik intern maupun ekstern. Demikian juga Vox Point, mereka juga memiliki bebrapa program yang berkaitan dengan kemasyarakatan. Permasalahan yang ada di pemerintahan saat ini akan sangat berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat, maka kita harus turut memberikan solusi dengan adanya permasalahan tersebut, tambahan dari Vox Point.

Akhir dari pertemuan disampaikan bahwa sebenarnya kita semua memiliki keprihatinan yang sama di bidang sosial politik kemasyarakatan. Maka dengan segala kekhasan masing-masing harapannya bisa saling bersinergi dan mendukung di dalam menjalankan program 2026 ini.