Percik Firman: Godaan Menjual Tuhan

Ada orang yang berpindah agama demi mendapat promosi jabatan. Ada pula yang demi karier berpindah agama. Ada orang yang berkomentar, “Tuhan ditukar dengan sepiring nasi”. Atau komentar lain, “Tuhan dijual dengan harta duniawi”.

Percik Firman: Berjuang untuk Terus Berkomitmen

Dalam masyarakat Jawa, dikenal ada ungkapan “Aja mung obor-obor blarak”. Obor blarak adalah nyala api yang terjadi pada blarak (daun kelapa kering). Blarak akan mudah sekali terbakar.

Percik Firman: Tidak Takut pada Ancaman

Ada sebagian dewan paroki berkonspirasi mau memindahkan Romo Parokinya. Mereka resah atas kehadiran Romo itu. Kenyamanan mereka yang terjadi selama ini terusik.

Percik Firman: Yesus Sang Raja Damai

Pada hari ini Gereja merayakan Hari Raya Minggu Palma atau Minggu Sengsara. Hari Raya ini membuka rangkaian pekan suci. Salah satu kekhasannya ada hiasan daun-daun palma di gereja.

Percik Firman: Waspada dengan Iri Hati

Kebiasaan buruk merupakan lawan dari keutamaan. Kebiasaan buruk adalah kebiasaan yang melenceng dari kebaikan yang mengaburkan suara hati dan membuat seseorang cenderung melakukan hal buruk. Kebiasaan buruk ini dapat dikaitkan dengan dosa pokok dalam Gereja Katolik.

Percik Firman: Setia pada Pekerjaan Bapa

Jumat, 27 Maret 2026 Bacaan Injil: Yoh 10:31-42   Saudari-saudaraku yang terkasih, Pada hari ini Tuhan Yesus memberi kita teladan bagaimana berkomitmen mewartakan kehendak Allah. Yesus berkarya untuk Bapa. Dia diutus Bapa. Dia melaksanakan kehendak Bapa. Dia siap menghadapi segala resiko terhadap perutusan itu, yaitu dibenci bahkan diancam mau dibunuh. Kita belajar dari Yesus menjadi […]

Percik Firman: Pelaksana Firman Tuhan

Sabda Tuhan Yesus hari ini mengingatkan kepada kita pentingnya melaksanakan Firman Tuhan. Sebagai pengikut-Nya, kita tidak cukup hanya menjadi pembaca Firman dan pendengar Firman saja. Tetapi kita dituntut untuk menjadi pelaksana Firman Tuhan.

Percik Firman: Cikal Bakal Kehadiran Gereja

Pada tanggal 25 Maret ini Gereja merayakan Hari Raya Kabar Sukacita. Dasar biblis Hari Raya ini adalah kunjungan Malaikat Gabriel kepada Bunda Maria (bdk. Luk 1:26-38). Hari raya ini dirayakan oleh Gereja Katolik setiap 25 Maret, tepat sembilan bulan sebelum kelahiran Yesus (Hari Raya Natal).

Percik Firman: Percaya pada Penyelenggaraan Ilahi

Saat merenungkan sabda Tuhan hari ini saya teringat akan sebuah kisah inspirarif. Ada seorang pemain akrobatik menunjukkan kehebatannya berjalan melintasi seutas tali yang diikatkan pada dua buah tiang yang tinggi. Suasana tegang.

Percik Firman: Introspeksi Diri

Ada ungkapan: “Yen kowe bener, aku melu seneng. Yen kowe salah, kowe tak apura” (Jika kamu benar, saya ikut senang. Jika kamu salah, saya maafkan). Kata-kata itu sangat menyejukkan suasana dan menentramkan hati.