Bangun Kader Muda Ekologis, GLSI Gelar Pelatihan Laudato Si’ Generation Batch 2 di Yogyakarta

Twitter
WhatsApp
Email

Gerakan Laudato Si Indonesia (GLSI) sukses menyelenggarakan pelatihan Laudato Si’ Generation Batch 2 yang berlangsung selama tiga hari, Jumat hingga Minggu (13-15/03/2026), di Umbulmartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, guru, hingga pekerja muda dari berbagai kota di Indonesia guna memperkuat komitmen pelestarian lingkungan hidup di kalangan generasi muda Katolik.

Ketua Panitia Pelaksana, Matilda Tjundawan, menyatakan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk membekali peserta dengan pemahaman mendalam mengenai ensiklik Laudato Si serta membangun kepekaan ekologis yang praktis. Para peserta diajak melakukan analisis sosial ekologis untuk membaca tanda-tanda kerusakan alam di sekitar mereka.

“Momentum pertemuan ini menjadi rumah untuk berbagi perspektif, pengalaman, dan ide-ide luar biasa yang dapat dituangkan dalam praktik baik bersama. Kami melihat bagaimana setiap pribadi menunjukkan progres harian yang sangat baik, bahkan di luar ekspektasi,” ujar Matilda dalam keterangan resminya.

Selama pelatihan, para peserta mendapatkan materi dari berbagai pakar dan akademisi. Guru Besar Fakultas Teknobiologi UAJY, Prof. Dr. Pramana Yuda, memaparkan kompleksitas krisis ekologi melalui metode bioindikator, yakni pengamatan burung dan keanekaragaman suara alam (soundscape) sebagai penanda kualitas lingkungan yang sehat.

Selain aspek sains, dimensi teologis dan advokasi juga menjadi sorotan utama. Sekretaris Eksekutif Komisi Keadilan Perdamaian Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Rm. Martin Jenarut, SH. MH., memberikan penekanan pada peran Gereja dalam isu lingkungan global. Ia juga menjelaskan posisi Gereja dalam menghadapi tantangan struktur ekologis saat ini.

“Orang muda Katolik perlu masuk dalam ranah advokasi ekologis yang semakin menantang ke depan,” tegas Romo Martin dalam sesi materinya.

 

Pelatihan ini tidak hanya berhenti pada teori, namun berlanjut pada aksi nyata. Sebagai tindak lanjut, seluruh peserta berkomitmen menjalankan tantangan aksi 21 hari pasca-kegiatan yang disusun secara partisipatif. Langkah ini merupakan bentuk pertobatan ekologis pribadi untuk mengubah gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

Di sisi lain, Prof. Dr. Pramana Yuda mengingatkan agar aksi ekologis yang dilakukan tidak hanya bersifat antroposentris atau sekadar mementingkan kebutuhan manusia. “Aksi ekologis harus didasarkan pada rasa hormat, pemahaman, dan pembelaan kepada segenap ciptaan yang lain,” tuturnya.

Kegiatan ini ditutup dengan perayaan Ekaristi dan pengutusan peserta sebagai kader lingkungan di daerah masing-masing, seperti Surabaya, Jakarta, Cilacap, Surakarta, Semarang, dan Malang. Program ini merupakan bagian dari prioritas strategis GLSI menuju peringatan 10 tahun Ensiklik Laudato Si yang telah dicanangkan sejak September 2025 lalu.

Berita Terkini

Gerakan Laudato Si Indonesia (GLSI) sukses menyelenggarakan pelatihan Laudato Si’ Generation Batch 2 yang berlangsung selama tiga hari, Jumat hingga Minggu (13-15/03/2026), di Umbulmartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta.

Berita Rayon