Percik Firman: Yesus Sang Sumber Air Hidup

Air biasanya dibutuhkan semua makhluk hidup, baik manusia, tumbuhan dan hewan. Tanpa air makhluk hidup akan lemas, tak berdaya, dan bisa mati. Air itu menyegarkan, menghidupkan, dan menyejukkan.

Percik Firman: Kekuatan Energi Sukacita

Bacaan Injil hari Sabtu Imam ini mengisahkan perumpamaan Yesus tentang anak yang hilang atau bisa juga Bapa yang penuh kasih sayang. Sang Bapak bersukacita karena anaknya bungsu yang hilang sudah pulang kembali.

Percik Firman: Bahaya Ketamakan

Dalam ajaran Gereja Katolik ada yang namanya dosa pokok. Dosa pokok adalah dosa yang mengakibatkan dosa-dosa lain dan kebiasaan-kebiasaan buruk lainnnya.

Percik Firman: Berjiwa Sosial

Kekayaan adalah anugerah Allah. Harta kekayaan bukan penghalang, tetapi bisa menjadi sarana untuk hidup baik dan suci. Bahkan bisa menjadi sarana keselamatan dan kepedulian pada sesama.

Percik Firman: Pelayanan Butuh Pengorbanan

Sabda Tuhan hari ini mengingatkan kita akan makna pelayanan yang sejati. Pelayanan butuh pengorbanan. Yesus datang ke dunia untuk melayani, bahkan mengorbankan nyawa-Nya demi keselamatan manusia.

Percik Firman: Allah Bapa yang Murah Hati

Bacaan Injil hari ini memberikan identitas Allah kita sebagai Bapa yang murah hati. Yesus meminta para murid-Nya agar berlaku murah hati seperti Allah Bapa di surga itu murah hati.

Percik Firman: Kekuatan Doa

Dalam bacaan Injil Minggu Prapaskah II hari ini dikisahkan bagaimana Tuhan Yesus naik ke Gunung Tabor bersama dengan tiga murid inti, yakni Petrus, Yohanes dan Yakobus. Dalam Kitab Suci, gunung menjadi symbol tempat perjumpaan manusia dengan Allah. Yesus naik gunung untuk berdoa.

Percik Firman: Bersemangat Magis

Apakah kita pernah mendengar ungkapan “Deus Caritas Est”? Deus Caritas Est berarti Allah adalah kasih. Allah yang kita imani adalah Allah yang penuh kasih, bukan membalas dendam dan penghukum yang kejam.

Percik Firman: Hati-Hati dengan Mulutmu

Dalam bacaan Injil hari ini, Tuhan Yesus memperluas pemahaman kita akan “Sepuluh Firman“. Sabda Perjanjian Lama (‘Kamu telah mendengar’) dikontraskan dengan sabda Yesus (‘Tetapi Aku berkata kepadamu’).