Misa Vigili Paskah di Paroki TDGY Macanan, Romo Tejo Ajak Umat untuk Bersihkan ‘Blethok’ Kehidupan

Twitter
WhatsApp
Email

PAROKI MACANAN – Pemberkatan api baru mengawali misa Vigili Paskah di Paroki Tyas Dalem Gusti Yesus Macanan. Ribuan umat mengikuti jalannya misa Vigili Paskah yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 4 April 2026, pukul 18.00 WIB. Api untuk menyalakan lilin yang diberkati Imam dilakukan di halaman gereja. Pada upacara cahaya ditegaskan bahwa Kristus adalah cahaya dunia, sebagai alfa dan omega. Api dari lilin besar kemudian dibagikan kepada lilin-lilin yang dipegang oleh setiap umat, sebagai lambang saling berbagi terang Kristus dan cinta kasih Allah yang menyelamatkan. Pemberkatan api dalam perayaan Vigili Paskah menjadi simbol kemenangan terang atas kegelapan.

Vigili Paskah atau Malam Paskah adalah salah satu momen penting dalam ritual perayaan Paskah. Perayaan ini dilaksanakan pada malam Sabtu Suci, satu hari setelah Jumat Agung dan malam sebelum Minggu Paskah. Rangkaian bacaan Kitab Suci dalam Vigili Paskah juga merupakan simbol penting. Bacaan yang panjang bukan sekadar tambahan, tetapi menggambarkan perjalanan sejarah keselamatan manusia.

Romo Agustinus Tejo Kusumantono, Pr

Romo Agustinus Tejo Kusumantono, Pr dalam homilinya mengatakan, “Melalui misteri malam ini, Tuhan Yesus mengajak kita untuk menaikkan ukuran hati. Ukurannya bukan ukuran gengsi, harga diri, dan pamor. Dalam kehidupan sehari-hari, kita punya istilah yang indah yakni ‘blethok‘. Kata ‘blethok‘ berasal dari bahasa Jawa yang artinya lumpur atau kotoran. Kotoran seperti yang kita tahu, sering menempel di kaki ketika melewati jalan yang becek. Masalahnya bukan pada lumpurnya, tetapi masalahnya adalah ‘ketempelan blethok’. Kadang-kadang kehidupan beriman kita juga seperti itu. Kita datang ke gereja, tapi tanpa kita sadari, kita ketempelan blethok kehidupan. Blethok kehidupan bisa berupa sedikit kesombongan, sedikit senang membicarakan orang lain, sedikit iri hati dll. Tapi yang sedikit itu bisa sampai kemana-mana.”

“Misteri iman, harapan, dan kasih yang kita harapkan dalam hari-hari selama minggu ini sebenarnya mengajak kita bersama, menyadarkan kita peristiwa yang kita rayakan itu tempat cuci kita. Tempat cuci diri kita sepenuhnya dan seutuhnya. Membersihkan pikiran, hati, dan cara pandang melihat sesama. Sehingga dengan demikian melalui misteri paskah malam ini, Kristus adalah terang kehidupan. Kita diajak untuk menjadi seorang yang semakin dewasa imannya. Salah satu tanda dari seorang yang imannya semakin dewasa adalah; kita tidak gampang menghakimi, tidak gampang tersinggung, dan tidak meninggalkan blethok pada orang lain. Tidak banyak drama, tidak banyak bisik-bisik. Yang ada adalah umat yang saling meneguhkan, “tutur Romo Tejo.

“Oleh karena itu, mari kita bersihkan blethok yang menempel di dalam kehidupan kira dengan memperbaharui janji baptis kita. Kita mencuci melalui air pembaptisan, melalui pengudusan, sehingga hati kita makin bersih, iman kita semakin dewasa, dan kita bersama-sama akan menyertakan berkat dalam kehidupan kita. Berkat yang membawa bahagia. Kita diajak mengembangkan diri sebagai paguyuban umat Allah. Sebuah paguyuban yang membangun kebahagiaan, yang menginspirasi, dan yang menyejahterakan.”

Ada 6 yang menerima pembaptisan suci. 6 orang ini terdiri dari 2 bayi dan 4 orang dewasa.

“Malam ini ada 6 yang menerima pembaptisan suci. 6 orang ini terdiri dari 2 bayi dan 4 orang dewasa. Selanjutnya, dalam pembaptisan suci ini, selain kita akan bergembira bersama baptisan baru, pada Malam Paskah ini kita akan memperbaharui komitmen dengan mengulang janji baptis. Dengan pemercikan air, kita disadarkan kembali akan tugas dan panggilan perutusan kita, menjadi cahaya di tengah masyarakat.”

(Clementine Roesiani – Komsos Macanan)