Jakarta – Temu Komsos Regio Jawa (TKRJ) 2026 berlangsung di Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) pada hari Rabu-Jumat, 17-19 Juni 2026 bertempat di Wisma Konferensi Waligereja Indonesia (KWI). Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 40 peserta dari seluruh Komisi Komsos Keuskupan se-Regio Jawa ini mengangkat tema “Komunikasi yang Merawat: Bersuara untuk Sesama dan Alam Ciptaan.”

TKRJ 2026 ini dihadiri oleh 7 Komisi Komsos Keuskupan se-Regio Jawa, yakni Komsos Keuskupan Agung Jakarta, Keuskupan Agung Semarang (KAS), Keuskupan Purwokerto, Keuskupan Malang, Keuskupan Bandung, Keuskupan Surabaya, dan Keuskupan Sufragan Bogor. Setiap Komsos Keuskupan mengirimkan 6 anggotanya, begitu juga dari Komisi Komsos KAS yang diwakili oleh Romo Benedektus Nugroho Susanto, Pr. (Ketua UPP Komunikasi KAS), Romo Petrus Dwi Purnomo Adi, Pr. (KUK Komsos KAS), perwakilan Komsos Kevikepan Semarang, perwakilan Komsos Kevikepan Surakarta (2 orang), dan perwakilan Komsos Kevikepan Jogja Timur.

Kegiatan TKRJ 2026 ini dibuka dengan room tour Gedung KWI dari lantai 1 hingga lantai 9. Setibanya di Kapel Fransiskus lantai 9 dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi sebagai tanda dibukanya TKRJ 2026. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Mgr Agustinus Tri Budi Utomo, selaku Ketua Komisi Komsos KWI yang sekaligus Uskup Keuskupan Surabaya, bersama dengan Romo Petrus Noegroho Agoeng, Pr., selaku Sekretaris Eksekutif Komisi Komsos KWI dan para Romo Ketua Komisi Komsos Keuskupan se-Regio Jawa.

Dalam homilinya, Mgr Agustinus Tri Budi Utomo, atau yang akrab disapa Mgr Didik ini menyampaikan, jika tugas utama kita sebagai Komsos yakni memelihara warisan-warisan Gereja, memelihara martabat kemanusiaan, serta bersama-sama mendalami tugas perutusan penting dalam pewartaan Gereja. Tugas penting Komsos adalah mengkomunikasikan seluruh Gereja kepada khalayak ramai melalui media sosial.

TKRJ hari kedua, diawali dengan sesi Sharing Produksi Film bersama narasumber: Bene Dion Rajagukguk (Komika, Strudara, Penulis Skenario, Aktor, dan Produser), Robert Ronny (Penulis Skenario dan Produser Film Kuasa Gelap), dan Romo Rocky Wowor MSC (Studi Sinematografi dan pendamping di Film Kuasa Gelap 2).

Setelah itu rombongan peserta menuju Gereja Katedral Jakarta untuk mengikuti audiensi bersama Kardinal Ignatius Suharyo (Uskup Agung KAJ), Tour Museum Katedral, dan Terowongan Silaturahim yang menghubungkan Gereja Katedral Jakarta dengan Masjid Istiqlal.

Kardinal Suharyo berpesan agar kita semua merawat sejarah dan mewariskannya kepada generasi berikutnya. Oleh karena itu kunjungan berikutnya adalah Gereja Santo Servatius Kampung Sawah Bekasi untuk mengenal Jejak Iman di Paroki Kampung Sawah dan mengenal lebih dekat perjuangan Gereja Kalvari Lubang Buaya.

Perayaan Ekaristi Penutupan TKRJ 2026 juga dilangsungkan pada hari ke-2 ini di Gereja Kalvari, karena di hari ke-3 kegiatan peserta TKRJ akan full outing. Perayaan Ekaristi Penutupan TKRJ 2026 masih dipimpin oleh Mgr Didik dan para Romo Ketua Komisi Komsos Keuskupan, bersama Romo Johan Ferdinand Wijshijer, Pr., selaku Pastor Paroki Lubang Buaya dan Romo Gregorius Wilson, Pr., selaku Vikaris Paroki Lubang Buaya.
Kegiatan di hari ke-2 ditutup dengan pengumuman tuan rumah TKRJ 2027 pada sesi keakraban di Paroki Lubang Buaya, yang disampaikan oleh Romo Yustinus Joned Saputra, Pr., selaku Ketua Komisi Komsos Regio Jawa. Tuan rumah untuk TKRJ berikutnya adalah Keuskupan Bandung.

TKRJ hari ketiga dibuka dengan melakukan perjalanan menuju Museum Nasional Indonesia dengan menggunakan transportasi umum Transjakarta. Turut serta juga Mgr Didik dan Romo Agoeng juga menaiki Transjakarta dan berbaur dengan penumpang lainnya. Setibanya di Museum, peserta diajak untuk berkeliling sambil belajar sejarah. Museum Nasional Indonesia memiliki koleksi dari masa prasejarah, arkeolog, etnografi, numismatik, keramik, sejarah, dan geografi.

Usai dari Museum, peserta kembali melanjutkan perjalanan berkeliling Kota Jakarta dengan menggunakan bus wisata City Tour Transjakarta. Sepanjang perjalanan, peserta mendapatkan penjelasan dari tour guide bus wisata tentang bangunan-bangunan yang kita lewati.
Semoga dari kegiatan Temu Komsos Regio Jawa ini kami semua pegiat Komsos dapat menjalankan tugas kami seperti yang disampaikan oleh Mgr Didik, yakni menjadi pewarta Gereja kepada khalayak ramai.