Semarang, 21 Agusuts 2026 – Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA) di kalangan remaja merupakan tantangan sosial yang nyata mengancam masa depan, kesehatan, serta karakter generasi muda kita. Sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral gerejawi dalam membina serta melindungi remaja, Komisi Keadilan, Perdamaian, dan Keutuhan Ciptaan (KPKC) Kevikepan Semarang bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah dan Penyelenggara Katolik Kantor Kementerian Agama Kota Semarang menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan NAPZA kepada generasi muda, khususnya pelajar Katolik SMA/SMK se-Kota Semarang. Sosialisasi tersebut berlangsung di Aula Gebig Susteran Santo Fransiskus Gedangan, dan dihadiri oleh 230 peserta, terdiri dari perwakilan siswa-siswi dan guru pendamping dari 17 sekolah negeri dan swasta di Kota Semarang.

Di awal acara, peserta disambut oleh Romo Adolfus Suratmo Atmomartaya, Pr., selaku Ketua Komisi KPKC Kevikepan Semarang dan Bapak Nicolas Eka Novian Wicaksono dari Penyelenggara Katolik Kantor Kementrian Agama Kota Semarang. Sosialisasi tersebut dibagi dalam dua sesi materi. Sesi materi yang pertama dengan tema “Narkoba Bukan Untuk Kita” oleh narasumber Bapak Aloysius Ayusta Thobie A.S., S.Psi (Petugas Pascarehabilitasi BNNP Jawa Tengah). Kemudian untuk sesi materi yang kedua dengan tema “BERSINAR: Bersih dari Narkoba, Berani Pulih, Berani Bercahaya”, Adiksi NAPZA dan Layanan Rehabilitasi dipaparkan oleh Ibu Patricia Meta Puspitasari, M.Psi., Psikolog (Psikolog Klinis Muda BNNP Jawa Tengah).


Para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi melalui interaksi aktif, keberanian menjawab pertanyaan dari narasumber serta bertanya dalam sesi diskusi. Para Guru Pendamping pun menyambut positif dikarenakan kegiatan ini merupakan kali pertama untuk pelajar Katolik SMA dan SMK se-Kota Semarang untuk isu pencegahan NAPZA. Melalui sosialisasi ini, Komisi KPKC Kevikepan Semarang berharap para peserta semakin memahami bahaya NAPZA dan menjauhi segala bentuk penyalahgunaannya, berani berkata “TIDAK!” pada narkoba, serta bijak dalam memilih pergaulan yang positif demi masa depan yang lebih baik. (Rut Nirmalasari – Sekretaris Komisi KPKC)