PAROKI KUMETIRAN – Paroki Hati Santa Perawan Maria Tak Bercela Kumetiran menggelar agenda pembekalan bagi para Ketua Wilayah, Ketua Lingkungan, dan Sekretaris Lingkungan pada Senin (23/2/2026) malam. Bertempat di Aula Atas Paroki, kegiatan yang berlangsung pukul 18.30 hingga 21.00 WIB ini bertujuan memperkuat kapasitas kepemimpinan pastoral berbasis komunitas bagi para pengurus di tingkat akar rumput.
Dalam arahannya, Pastor Paroki Kumetiran, Romo Aloysius Dwi Prasetyo, Pr., menekankan pentingnya transformasi mentalitas dari seorang penguasa menjadi pelayan yang tulus. Beliau menggarisbawahi bahwa kepemimpinan Gereja harus berlandaskan pada teladan Kristus dan spiritualitas Hati Kudus Maria.
“Pengurus harus mengembangkan jiwa pelayan yang tulus, bukan penguasa. Kita diajak memiliki semangat misioner, yakni siap sedia diutus dan berani keluar dari kepentingan pribadi demi bekerja sama dalam tim untuk kepentingan umat melalui doa, karya, dan derma,” ujar Romo Prasetyo di hadapan para peserta.
Selain aspek spiritual, pembekalan ini juga menyasar kemampuan teknis manajerial. Romo Prasetyo menambahkan bahwa pengurus lingkungan dituntut mampu membangun komunikasi kerja tim yang solid untuk menangani berbagai dinamika konflik di lapangan, serta tertib dalam manajemen administrasi dan pelaporan ke paroki.

Antusiasme peserta tampak meningkat saat memasuki sesi teknis yang dipandu oleh Sekretariat Paroki, Susan. Sebanyak 88 peserta yang hadir menyimak penjelasan mendalam mengenai penggunaan formulir administrasi paroki, atau yang dikenal dengan kode F1 hingga F12. Pemahaman kode-kode ini dinilai krusial agar pelayanan administratif kepada umat dapat berjalan akurat dan seragam.
Sejalan dengan semangat modernisasi, Ketua Bidang Litbang Paroki, Andreas Wahyu K, mendorong para pengurus untuk mulai mengadopsi teknologi digital. Ia mengajak para ketua dan sekretaris lingkungan memanfaatkan internet dalam memproses formulir-formulir paroki guna menciptakan sistem pelayanan yang lebih efektif.
“Pemanfaatan teknologi internet ini tujuannya agar pelayanan kepada umat menjadi lebih mudah, cepat, serta dapat diakses kapan saja dan di mana saja,” ungkap Andreas. Gagasan digitalisasi ini pun disepakati untuk segera ditindaklanjuti dalam pertemuan terfokus di masa mendatang.

Pembekalan ini tidak hanya menjadi transfer ilmu, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan yang menguatkan persaudaraan antar pengurus yang selama ini menjadi garda terdepan pelayanan umat di wilayah masing-masing.








