Pelayanan Gereja Katolik Hadirkan Harapan di Balik Jeruji Rutan Salatiga

Twitter
WhatsApp
Email
Dalam rangka memperkuat pembinaan rohani warga binaan, Gereja Katolik Santo Paulus Miki Salatiga hadir di Rutan Kelas IIB Salatiga, Sabtu (22/8/2026).

Salatiga – Dalam rangka memperkuat pembinaan rohani warga binaan, Gereja Katolik Santo Paulus Miki Salatiga hadir di Rutan Kelas IIB Salatiga, Sabtu (22/8/2026). Ini merupakan bagian dari misi pastoral penjara untuk mendampingi warga binaan Katolik melalui gereja yang menginspirasi.

Tantrini Andang saat memimpin doa, pendalaman iman, dan ibadat bagi warga binaan Katolik di Rutan Kelas IIB Salatiga

Tak hanya menyumbangkan buku, Tantrini Andang yang aktif di Paroki Salatiga juga rutin melayani ibadat di lingkungan rutan. Ia memimpin doa, pendalaman iman, dan ibadat bagi warga binaan Katolik sebagai bentuk nyata kehadiran Gereja di tengah keterbatasan.

“Melalui buku dan ibadat, kami ingin menghadirkan cahaya iman dan harapan baru,” ungkap Tantrini, yang aktif dalam pelayanan Prodiakon.

Kehadiran novel-novel ini diharapkan dapat membuka wawasan dan imajinasi warga binaan, seolah memberi mereka kesempatan untuk “terbang” menjelajahi berbagai cerita dan pengetahuan meski berada di balik jeruji.

Tantrini Andang menyerahkan bantuan novel bagi warga binaan di Rutan

Pihak Rutan Salatiga menyambut baik inisiatif ini dan akan mengintegrasikan novel-novel tersebut ke dalam program pembinaan kepribadian dan kerohanian warga binaan. Dengan adanya bahan bacaan yang variatif, diharapkan warga binaan dapat mengisi waktu dengan kegiatan positif dan produktif.

Salah satu petugas rutan menjelaskan bahwa kegiatan membaca terbukti dapat menurunkan tingkat stres dan meningkatkan konsentrasi warga binaan. Selain itu, literasi juga menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian perilaku dan kesiapan warga binaan untuk mengikuti program asimilasi atau integrasi kembali ke masyarakat.

Donasi 10 novel ini, meski terlihat sederhana, diharapkan dapat menjadi awal dari gerakan literasi yang lebih besar di lingkungan rutan. Tantrini Andang pun berencana akan terus berkomitmen untuk menyumbangkan karya-karyanya demi mendukung program rehabilitasi dan pendidikan bagi warga binaan di berbagai lembaga pemasyarakatan.