Paroki Gubug Menjadi Tuan Rumah TTM Rayon Busidiana 2026

Twitter
WhatsApp
Email
Paroki Santa Maria Gubug mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Temu Teman Misdinar (TTM) Rayon Busidiana Tahun 2026 yang berlangsung pada hari Selasa-Rabu, 7-8 Juli 2026 di wilayah Penadaran.

Gubug – Paroki Santa Maria Gubug mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Temu Teman Misdinar (TTM) Rayon Busidiana Tahun 2026 yang berlangsung pada hari Selasa-Rabu, 7-8 Juli 2026 di wilayah Penadaran. Kegiatan tahunan ini menjadi ajang pembinaan iman, pengembangan karakter, sekaligus mempererat persaudaraan antaranggota misdinar dari berbagai paroki yang tergabung dalam Rayon Busidiana.

Sebanyak kurang lebih 140 peserta mengikuti kegiatan ini. Mereka berasal dari enam paroki, yakni Paroki Gubug, Kudus, Pati, Juwana, Jepara, dan Purwodadi. Kehadiran para peserta dari berbagai daerah tersebut menciptakan suasana penuh sukacita dan kebersamaan, sekaligus menjadi wujud nyata persaudaraan dalam Gereja yang melampaui batas wilayah paroki.

Mengusung semangat persaudaraan, pelayanan, dan pertumbuhan iman, TTM Rayon Busidiana 2026 dirancang sebagai wadah bagi para misdinar untuk semakin mengenal satu sama lain, berbagi pengalaman pelayanan, serta memperdalam panggilan mereka sebagai pelayan altar. Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang dikemas secara menarik, mulai dari sesi pembinaan rohani, refleksi, live in bersama keluarga umat, outbound, hingga Perayaan Ekaristi.

Romo Yohanes Febbry Bagas Pamungkas, MSF menjadi narasumber utama acara TTM Rayon Busidiana 2026, beliau mengisi materi tentang pelayanan misdinar

Pada hari pertama, peserta mengikuti sesi pembinaan yang dibawakan oleh Romo Yohanes Febbry Bagas Pamungkas, MSF. Dalam materinya, Romo Bagas mengajak seluruh peserta untuk kembali menyadari bahwa menjadi seorang misdinar bukan sekadar menjalankan tugas di altar, melainkan sebuah panggilan untuk melayani Tuhan dengan hati yang tulus. Melalui berbagai pengalaman dan refleksi yang dibagikan, peserta diajak untuk memiliki semangat pelayanan, disiplin, tanggung jawab, kerendahan hati, serta kesediaan untuk terus bertumbuh dalam iman.

Suster M. Goretti mengajak para peserta untuk membuat harapan mereka yang nantinya akan dipasang pada pohon harapan

Selain pembinaan dari Romo Bagas, peserta juga mengikuti sesi bersama Suster M. Goretti, SFS yang mengangkat tema mengenai harapan dan cita-cita hidup. Dalam sesi tersebut, Suster Goretti mengajak para peserta untuk berani bermimpi, memiliki pengharapan yang berakar pada iman, serta senantiasa menyerahkan setiap rencana hidup kepada penyelenggaraan Tuhan. Sebagai bentuk refleksi, setiap peserta menuliskan doa, harapan, serta cita-cita mereka pada secarik kertas yang kemudian ditempelkan pada sebuah Pohon Harapan. Kegiatan sederhana namun penuh makna ini menjadi sarana bagi para misdinar untuk merefleksikan perjalanan hidup mereka sekaligus memperbarui komitmen dalam melayani Gereja.

Orang tua asuh menjemput peserta TTM untuk diantar ke rumah tempat tinggal mereka selama di Penadaran

Salah satu pengalaman yang paling berkesan dalam TTM tahun ini adalah kegiatan live in, di mana seluruh peserta menginap di rumah-rumah umat yang berada di wilayah Penadaran. Melalui pengalaman tersebut, para peserta tidak hanya memperoleh tempat beristirahat, tetapi juga merasakan secara langsung kehidupan keluarga Katolik yang dengan penuh sukacita membuka rumah dan hati mereka. Kehangatan sambutan dari umat menjadi pengalaman berharga yang memperlihatkan semangat persaudaraan, keramahan, serta kebersamaan dalam kehidupan menggereja.

Penampilan pentas seni dari anak – anak misdinar dari Paroki Pati

Memasuki malam hari, suasana kebersamaan semakin terasa melalui kegiatan Pentas Seni yang menjadi salah satu agenda paling dinantikan oleh seluruh peserta. Setiap paroki menampilkan pertunjukan terbaiknya dengan beragam kreativitas, mulai dari tari, musik, drama, hingga penampilan yang dikemas secara menghibur dan penuh makna. Penampilan dari setiap paroki tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa percaya diri, kekompakan, serta mempererat persaudaraan antaranggota misdinar. Gelak tawa, tepuk tangan, dan semangat saling mendukung mewarnai sepanjang acara, menciptakan suasana hangat yang semakin memperkuat ikatan kebersamaan di antara seluruh peserta.

Antusias peserta TTM Rayon Busidiana 2026 dalam mengikuti kegiatan outbond

Memasuki hari kedua, semangat peserta semakin terlihat melalui kegiatan outbound yang dimulai dari Gereja Santo Paulus Penadaran menuju Rumah Budaya Penadaran. Sepanjang perjalanan, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok dan mengikuti berbagai tantangan yang dirancang untuk melatih kerja sama, komunikasi, kepemimpinan, serta kemampuan menyelesaikan masalah secara bersama-sama. Suasana penuh canda, semangat, dan antusiasme mewarnai seluruh rangkaian outbound sehingga semakin mempererat hubungan antar peserta dari berbagai paroki.

Misa penutupan TTM Rayon Busidiana 2026 di Taman Doa Bunda Maria Penolong Abadi Sendang Jati Penadaran bersama Romo Andre MSF, Romo Jayeng MSF dan Romo Bagas MSF

Sebagai puncak seluruh rangkaian kegiatan, peserta mengikuti Perayaan Ekaristi yang diselenggarakan di Goa Maria Sendangjati Penadaran, yang kini dikenal sebagai Taman Doa Bunda Maria Penolong Abadi Sendang Jati Penadaran. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Romo Andrianus Sulistyono, MSF, didampingi oleh Romo YPA Jayeng Siswanto, MSF dan Romo Bagas, MSF. Dalam homilinya, umat dan para misdinar diajak untuk terus setia dalam pelayanan, menjadikan Kristus sebagai teladan utama, serta membawa semangat kasih dan pengabdian dalam kehidupan sehari-hari. Pelaksanaan misa di taman doa tersebut memberikan suasana yang khusyuk sekaligus memperdalam pengalaman rohani para peserta. Keindahan alam yang mengelilingi lokasi perayaan semakin membantu peserta menghayati kehadiran Tuhan dan mensyukuri kesempatan untuk berkumpul sebagai satu keluarga besar misdinar Rayon Busidiana.

Melalui TTM Rayon Busidiana Tahun 2026, diharapkan para misdinar semakin mencintai pelayanan di altar, bertumbuh dalam iman, memiliki jiwa kepemimpinan, serta terus menjalin persaudaraan lintas paroki. Kebersamaan yang terjalin selama dua hari ini diharapkan menjadi bekal bagi setiap peserta untuk semakin aktif melayani di paroki masing-masing dan menjadi saksi kasih Kristus di tengah masyarakat. Menjelang penutupan acara, diumumkan secara resmi bahwa Temu Teman Misdinar Rayon Busidiana Tahun 2027 akan diselenggarakan di Paroki Pati. Pengumuman tersebut disambut dengan penuh sukacita oleh seluruh peserta sebagai tanda estafet pelayanan dan persaudaraan yang akan terus berlanjut dari tahun ke tahun. (Komsos Gubug)