Semarang – Dalam semangat sukacita Paskah, Komunitas Umat Berkebutuhan Khusus (UBK) Santa Lidwina Kevikepan Semarang mengadakan Kunjungan Paskah pada Rabu, 27 Mei 2026. Kegiatan yang diikuti sekitar 100 peserta ini menjadi sarana mempererat persaudaraan, memperdalam iman, serta menghadirkan semangat kasih Kristus kepada sesama melalui perjalanan rohani dan kunjungan kasih di Yogyakarta.
Sejak pagi hari, seluruh peserta berkumpul di Gereja Santo Athanasius Agung Karangpanas Semarang. Acara diawali dengan presensi, briefing panitia, serta doa pembuka sebelum rombongan berangkat menuju Yogyakarta menggunakan dua bus. Suasana hangat, penuh sukacita, dan semangat kebersamaan sudah terasa sejak awal perjalanan dimulai.

Tujuan pertama dalam kunjungan ini adalah Domus Pacis, wisma lansia para Romo di Yogyakarta. Setibanya di lokasi, peserta terlebih dahulu melaksanakan tabur bunga di makam sebagai bentuk penghormatan dan doa bagi para imam yang telah berpulang. Setelah itu, seluruh peserta mengikuti Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Romo Laurentius Andika Bhayangkara, Pr. Perayaan Ekaristi berlangsung dengan khidmat dan penuh rasa syukur dalam nuansa Paskah yang membawa harapan serta sukacita kebangkitan Kristus.

Usai Perayaan Ekaristi, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah bersama para Romo penghuni Domus Pacis. Dalam kesempatan tersebut, UBK St. Lidwina menampilkan lagu pujian dan memberikan donasi sebagai bentuk perhatian serta kasih kepada para romo senior. Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan tampak dalam setiap rangkaian acara yang berlangsung.

Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut ke Seminari Tinggi Santo Paulus Kentungan. Di tempat ini para peserta diajak mengenal lebih dekat kehidupan para calon imam melalui kegiatan berkeliling seminari dan sesi sosialisasi mengenai pelayanan Komunitas UBK St. Lidwina. Kehadiran para peserta UBK disambut dengan hangat dan penuh persaudaraan oleh para seminaris dan pendamping.

Melalui kunjungan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pengalaman baru mengenai kehidupan panggilan imam, tetapi juga merasakan bahwa Gereja sungguh terbuka dan hadir bagi semua umat tanpa memandang kondisi maupun keterbatasan. Semangat inklusif dan persaudaraan menjadi nilai yang sangat terasa sepanjang kegiatan berlangsung.
Sebagai penutup rangkaian Kunjungan Paskah, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Gereja Candi Hati Kudus Yesus Ganjuran untuk melaksanakan ziarah pribadi. Dalam suasana doa yang tenang dan penuh refleksi, para peserta memanjatkan doa syukur atas penyertaan Tuhan dalam kehidupan mereka, sekaligus membawa berbagai intensi pribadi dan keluarga di hadapan Tuhan.
Melalui kegiatan ini, Komunitas UBK St. Lidwina Kevikepan Semarang berharap semangat Paskah semakin nyata dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam membangun komunitas yang saling menerima, mendukung, dan menguatkan satu sama lain. Kebersamaan yang terjalin selama perjalanan menjadi tanda bahwa kasih Tuhan sungguh hidup dan hadir di tengah komunitas umat berkebutuhan khusus.