Atmodirono – Keterampilan sederhana di rumah ternyata bisa menjadi bekal untuk menghemat pengeluaran sekaligus membuka peluang usaha. Semangat itulah yang mewarnai Workshop Sabun Piring dan Minyak Telon Handmade yang digelar Tim Pelayanan Ibu-Ibu Paroki Keluarga Kudus Atmodirono bekerja sama dengan Polteka Mangunwijaya.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Panti Mandala, Jalan Atmodirono No. 8, Semarang, Minggu (30/8/2026), tersebut diikuti 60 peserta. Workshop berlangsung pukul 10.30 hingga 13.00 WIB dan diikuti umat Paroki Atmodirono maupun peserta dari paroki lain.

Ketua Panitia sekaligus Ketua Tim Pelayanan Ibu-Ibu Paroki Atmodirono, Agusta Dian, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pembinaan dan pendampingan bagi ibu-ibu di tingkat lingkungan dan wilayah.
“Workshop ini diadakan untuk memberikan keterampilan yang bisa dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Sabun cuci piring dan minyak telon dipilih karena keduanya merupakan produk yang umum digunakan dalam rumah tangga,” jelas Dian.
Para peserta sebelumnya melakukan pendaftaran secara daring melalui pemindaian kode QR maupun secara manual melalui Sekretariat Paroki dan perwakilan panitia, Agnes Margiatini. Peserta yang telah mendaftar mendapatkan workshop kit serta konsumsi yang disediakan panitia.
Belajar Sambil Praktik
Berbeda dari pelatihan yang lebih banyak memberikan teori, workshop ini menitikberatkan pada praktik langsung. Sebelum mulai membuat produk, peserta mendapatkan pengantar teori dari Tim Dosen Teknik Kimia Polteka Mangunwijaya.

Selanjutnya, 60 peserta dibagi menjadi 12 kelompok kecil yang masing-masing terdiri atas lima orang. Setiap kelompok mendapat alat dan bahan yang telah disiapkan oleh tim Polteka Mangunwijaya.
Panduan pembuatan diberikan secara runtut melalui materi presentasi dan lembar kerja tertulis yang dibagikan kepada peserta. Dengan demikian, setiap peserta dapat mengikuti tahapan pembuatan secara langsung.

Sesi pertama diisi dengan praktik membuat sabun cuci piring yang berlangsung sekitar satu jam. Setelah beristirahat sejenak, peserta melanjutkan praktik membuat minyak telon.
Suasana workshop berlangsung meriah. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan, mulai dari menyiapkan bahan, mencampur, hingga menghasilkan produk yang siap digunakan.
Kegembiraan semakin terasa ketika peserta berhasil membawa pulang hasil praktik mereka sendiri. Bahkan, setelah minyak telon selesai dibuat, beberapa peserta langsung mencobanya dengan mengoleskan minyak tersebut pada lengan dan leher.
Dari Kebutuhan Rumah Tangga Menjadi Peluang Usaha
Kolaborasi antara Tim Pelayanan Ibu-Ibu Paroki Atmodirono dan Polteka Mangunwijaya tidak berhenti pada pengenalan cara membuat produk rumah tangga. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menumbuhkan kemandirian dan kreativitas ibu-ibu di lingkungan paroki.
Keterampilan membuat produk kebutuhan sehari-hari dapat membantu keluarga mengurangi pengeluaran. Lebih jauh, keterampilan tersebut juga berpotensi dikembangkan menjadi usaha mikro berbasis keluarga.

Dengan bekal pengetahuan dan pengalaman praktik yang diperoleh, para peserta diharapkan tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga mampu menghasilkan produk sendiri.
Workshop tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kegiatan pemberdayaan di lingkungan Gereja dapat dikembangkan melalui kolaborasi dengan lembaga pendidikan. Keterampilan sederhana yang dipelajari bersama dapat menjadi benih bagi kemandirian ekonomi keluarga sekaligus mempererat kebersamaan umat. (Vita/Elwin)