Percik Firman: Jamu Jati Kendi

Pada suatu hari saat ada pertemuan OMK, ada seorang OMK yang bertanya kepada saya, “Romo, saya ditanya teman muslim. Kenapa kamu orang katolik makan B2 dan B1? Bukankah itu makanan haram? Mohon penjelasan, Romo”
Percik Firman: Motivasi Bertemu Yesus

Dalam Injil kemarin banyak orang datang menemui Yesus mohon disembuhkan. Bacaan Injil pada hari ini menceritakan alasan orang Farisi dan ahli Taurat menemui Yesus untuk mencari kesalahan Dia supaya bisa menangkapNya.
Percik Firman: Jamahan yang Menyembuhkan

Setiap perjumpaan dengan Tuhan bisa membawa perubahan hidup kita, baik secara lahir maupun batin.
Percik Firman: Menerangi dan Menghangatkan

Selain sebagai penerangan, pelita juga berfungsi untuk menghangatkan. Begitulah seharusnya keberadaan kita orang beriman Katolik di dunia ini, yaitu mampu menghadirkan kehangatan bagi orang-orang di sekitar. Mengapa?
Percik Firman: Tergerak Belaskasihan

Bacaan Injil hari pada Sabtu Imam ini mengisahkan keinginan Tuhan Yesus yang hendak mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi apa yang terjadi?
Percik Firman: Menyimpan Dendam

Hati-hati dengan sikap menyimpan dendam. Kenapa?
Percik Firman: Mengandalkan Tuhan

Sabda Tuhan pada hari ini mengajak kita untuk menjadi pribadi yang setia dan siap sedia mewartakan kasih Tuhan. Para murid dipanggil, diberkati dan diutus membawa kabar sukacita dan pengharapan bagi siapa saja. Mari kita renungkan bersama Percik Firman 5 Februari 2026 bersama Romo Yohanes Gunawan, Pr.
Percik Firman: Jangan Takut Ditolak!

Sabda Tuhan hari ini mengajak kita untuk tetap tangguh, tetap semangat dan tidak menyerah ketika menghadapi pengalaman ditolak. Mari kita renungkan bersama Percik Firman 4 Februari 2026 bersama Romo Yohanes Gunawan, Pr.
Percik Firman: Tak Ada yang Mustahil Bagi Tuhan

Tuhan bisa berkarya kapanpun dan dimanapun. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.
Panduan APP 2026: Gereja Berjuang Menghadirkan Masyarakat yang Bahagia dan Sejahtera

Setiap tahun dalam masa prapaskah, umat Katolik diajak untuk menghayati semangat doa, mati raga dan aksi. Setiap tahun, Panitia APP Keuskupan menyusun buku panduan yang dapat digunakan umat beriman untuk mengadakan pertemuan bersama, berdoa bersama, sambil memperdalam nilai-nilai Kekatolikan terutama semangat solidaritas.