Atmodirono – Sebanyak 820 umat Katolik mengikuti kegiatan Jalan Sehat dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-86 Gereja Keluarga Kudus Atmodirono Semarang, Selasa (25/8/2026). Kegiatan yang digelar bertepatan dengan hari libur nasional tersebut berlangsung meriah dan penuh keakraban.
Sejak pagi, umat dari 10 wilayah dan 44 lingkungan telah memadati pelataran gereja. Mereka mengikuti jalan sehat dengan menempuh rute lebih dari tiga kilometer di sekitar gereja. Perjalanan tersebut berlangsung sekitar 45 menit.

Kegiatan secara resmi dilepas oleh Vikaris Paroki Gereja Keluarga Kudus Atmodirono, Romo Aloysius Lioe Fut Khin, MSF.
Dalam sambutannya, Romo Fut Khin mengapresiasi kegiatan jalan sehat karena menjadi kesempatan bagi umat untuk membangun kebersamaan di luar perayaan Misa.

Menurutnya, kehidupan menggereja tidak hanya diwujudkan melalui perjumpaan saat Misa, tetapi juga melalui berbagai kegiatan yang memungkinkan umat saling mengenal dan membangun keakraban.
“Umat tidak hanya bertemu saat Misa, tetapi juga dalam keakraban dan kehangatan yang berbeda: jalan bersama, ngobrol bersama, dan makan bersama,” ujarnya.
Ia menambahkan, kebersamaan tersebut menunjukkan bahwa manusia merupakan makhluk sosial yang membutuhkan kehadiran orang lain.
“Ini pertanda kita adalah makhluk sosial, makhluk yang membutuhkan teman,” kata Romo Fut Khin.
Lebih dari sekadar kegiatan olahraga dan rekreasi, jalan sehat tersebut juga menjadi kesempatan untuk meneguhkan iman umat.
“Dalam kebersamaan ini bukan hanya soal sukacita dan kegembiraan, tetapi iman kita juga diteguhkan dengan banyaknya umat Katolik yang ikut dalam jalan sehat ini,” tambahnya.
Kerinduan Umat

Ketua Panitia Jalan Sehat yang juga Wakil Ketua Awam Paroki, Agustinus “Kenthus” Sigid Suharto, mengatakan kegiatan tersebut digelar sebagai sarana membangun kebersamaan sekaligus menjawab kerinduan umat terhadap kegiatan olahraga bersama.
Kerinduan itu semakin terasa karena kegiatan olahraga bersama umat sempat terhenti sejak pandemi Covid-19 pada 2020.
“Kegiatan ini bertujuan untuk kebersamaan dan mengobati kerinduan umat akan kegiatan olahraga bersama yang sempat dihentikan sejak adanya pandemi Covid-19 dari tahun 2020,” jelas Kenthus.
Untuk menyemarakkan acara, panitia menghadirkan berbagai hiburan. Sejumlah penampilan musik dibawakan oleh Orang Muda Katolik (OMK) dan perwakilan beberapa wilayah, serta dimeriahkan dengan solo organ.

Usai menyelesaikan rute jalan sehat, peserta menikmati hidangan nasi soto yang telah disiapkan panitia. Suasana semakin meriah karena peserta kemudian mengikuti hiburan sambil menunggu pengundian hadiah doorprize.
Sebanyak 117 hadiah disediakan panitia. Hadiah tersebut antara lain lemari pendingin, mesin cuci, sepeda onthel, kompor, dan magicom.
Antusiasme peserta terlihat ketika pengundian berlangsung. Selama sekitar empat jam, peserta tetap bertahan di tempat untuk menunggu nomor undian mereka disebut oleh pembawa acara.
Lha Koq Beneran
Puncak acara terjadi menjelang tengah hari ketika panitia mengumumkan hadiah utama berupa sebuah lemari pendingin. Suasana berubah menjadi tegang dan penuh rasa penasaran ketika MC membacakan nomor undian secara perlahan.

Hadiah utama akhirnya jatuh kepada Franciscus Rully Bramana, yang sehari-hari bertugas sebagai sekuriti gereja dan juga Ketua Wilayah 7.
“Suprise, nggak nyangka. Jadi seneng banget,” ungkap Bramana setelah menerima hadiah utama, seraya menambahkan, “Ndak mimpi sih, cuman waktu kulkas itu datang dari toko waktu dikirim ke gereja saya yang menerima, betulan saya tugas jaga, trus saya bilang lah ini untuk saya. Lha kok malah beneran untuk saya.”

Kenthus mengatakan, kepanitiaan kegiatan kali ini juga melibatkan umat dari masing-masing wilayah. Setiap wilayah mengirimkan perwakilan 2 orang ditambah dari OMK.
Pelibatan umat dari berbagai wilayah tersebut, menurut Kenthus, menjadi bagian penting dalam membangun rasa memiliki terhadap kegiatan paroki.
Ia berharap kegiatan jalan sehat dapat menjadi agenda rutin yang dilaksanakan setiap dua tahun sekali. Ke depan, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat melibatkan lebih banyak umat.
“Kami berharap ke depannya kegiatan jalan sehat ini bisa diadakan setiap dua tahun sekali dan melibatkan lebih banyak umat. Waktu penyelenggaraannya juga bisa dipertimbangkan pada malam hari,” ujarnya.
Rangkaian perayaan HUT ke-86 Gereja Keluarga Kudus Atmodirono sebelumnya juga ditandai dengan Misa Syukur yang diselenggarakan pada Minggu (9/8/2026).
Sebagai informasi, HUT Gereja Keluarga Kudus Atmodirono diperingati setiap 10 Agustus. Kegiatan jalan sehat menjadi salah satu momentum bagi umat untuk merayakan pertambahan usia gereja sekaligus mempererat persaudaraan dan kebersamaan antarumat. (BD Elwin J)