Misa Perayaan Kemerdekaan RI di Taman Makam Pahlawan: Merdeka Tidak Pernah Usai

Twitter
WhatsApp
Email
Pada tanggal 17 Agustus 2026, Orang Muda Katolik (OMK) di Kevikepan Semarang mengadakan perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia di Taman Makam Pahlawan Semarang.

Semarang – Momentum perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia selalu dinantikan oleh masyarakat. Berbagai macam kegiatan dari tingkat RT, komunitas hingga pemerintah selalu rutin diselenggarakan seperti lomba yang penuh kreatifitas dan kelucuan, malam tirakatan hingga berpuncak pada upacara 17 Agustus.

Para Romo Konsleberan dalam Misa Perayaan Kemerdekaan (kiri-kanan) Romo Lilik, Romo Awangga, Romo Nano, Romo Andri

Nuansa sukacita dan bersatu dalam persaudaraan tanpa membedakan SARA inilah yang menjadi kekhasan setiap menyongsong dan merayakan HUT Republik Indonesia. Pada tahun 2026 ini, bangsa Indonesia merayakan kemerdekaannya ke-81 dengan mengambil tema Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur. Berkenaan dengan itu, Orang Muda Katolik (OMK) di Kevikepan Semarang mengadakan perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia di Taman Makam Pahlawan Semarang. Tepatnya pada tanggal 17 Agustus 2026, pukul 17.00 WIB, diselenggarakan Perayaan Ekaristi yang dilayani secara konselebran oleh Romo Yohanes Dwi Andri Ristanto, Pr. (Ketua Komisi Kepemudaan Kevikepan Semarang – Vikaris Parokial Santo Petrus Sambiroto), Romo Thomas Surya Awangga, SJ (Vikaris Parokial Santa Theresia Bongsari), Romo Albertus Lilik Kurniawan, Pr. (Campus Ministry Soegijapranata Chatolic University – Vikaris Parokial Santo Petrus Krisologus BSB) dan Romo Yusuf Sunarno, MSF (Pastor Paroki Keluarga Kudus Atmodirono).

Umat yang turut hadir dalam Misa Perayaan Kemerdekaan di Taman Makam Pahlawan

Perayaan Ekaristi dihadiri oleh 140 orang, termasuk para veteran dan pejabat pemerintah. Dalam homilinya Romo Awangga mengajak umat untuk mengisi kemerdekaan dengan semangat pelayanan sebagai abdi Tuhan dan negara, supaya menjadi 100% Katolik, 100% Indonesia. Inspirasi homili didasarkan pada Mazmur tanggapan. Sedangkan Romo Lilik menambahkan homilinya bahwa kemerdekaan adalah kemampuan untuk mengambil kesempatan dengan tepat seperti kisah Soekarno-Hatta yang akhirnya memproklamasikan kemerdekaan. Romo Nano juga mengisahkan kemerdekaan seperti ketaatan untuk berbangsa dan beriman, bertanggung jawab pada tugas sebagai warga negara sekaligus selalu memperdalam iman. Tentu saja ini didasarkan pada perikop Injil yang mengisahkan perumpaan “gambar dan tulisan kaisar”. Di akhir homili, Romo Andri mengilustrasikan seluruh homili dengan cerita bahwa menjadi seorang politisi yang bobrok hidupnya lalu meninggal, kemudian mengalami situasi lucu harus memilih surga atau neraka. Harapannya kemerdekaan dihayati dengan pelayanan yang bijaksana dengan selalu memperjuangkan kesempatan berbuat baik sebagai buah iman yang menjadikan kita 100 % Katolik, 100 % Indonesia.

Ibu Wali kota Semarang juga turut hadir

Seusai perayaan Ekaristi dilanjutkan dengan tabur bunga di makam Mgr Albertus Soegjijapranata, SJ. Secara istimewa para pejabat pemerintah Kota Semarang yang dipimpin oleh Ibu Dr. Agustina Wilujeng Pramestuti, S.S., M.M. (Wali kota Semarang) bersama jajarannnya, para Veteran, para Romo, para Suster dan perwakilan umat berdoa dan menaburkan bunga. Prosesi ini sebagai simbol ungkapan syukur dan terima kasih kepada para pahlawan yang telah memerdekakan bangsa Indonesia. Adapun para veteran yang hadir yakni:

  1. Bapak Gatot Munandar, SH (Ketua Sesepuh PPM LVRI Kota Semarang)
  2. Bapak Yohanes Sutiman
  3. Bapak M. Yusuf (Ketua MARAN LVRI 03 Kota Semarang)
  4. Bapak Dr. Immanuel Adhi Wisnu Nugroho S.Pd., M. Th. (KaMada PPM LVRI Jawa Tengah)
  5. Bapak Wirawan (Ketua Macab PPM LVRI Kota Semarang)
  6. Bapak Letkol Purn. Sukiran (Waka Macab LVRI Kota Semarang)
  7. Bapak Haryanto
Para Veteran yang hadir pada Misa Perayaan Kemerdekaan di Taman Makam Pahlawan

Dengan bangga dan haru para Veteran memberikan kisah terkait perjuangannya bagi Bangsa Indonesia. Tak lupa orang muda katolik memberikan ungkapan terima kasih melalui setangkai bunga dan donasi. Seusai Perayaan Ekaristi, para Veteran menyampaikan bahwa baru kali ini mereka diperhatikan dan diundang untuk ikut Perayaan Ekaristi dan tabur bunga bersama di Taman Makam Pahlawan.

Rangkaian iman dan penghargaan bagi para veteran ditutup dengan sesi foto bersama di depan monumen Taman Makam Pahlawan yang terdapat daftar nama para pahlawan. Kita berdoa semoga para pahlawan beroleh kerahiman Tuhan, sekaligus pula bagi peserta yang hadir termotivasi untuk berjiwa nasionalis dan kasih Kristus. 100 % Katolik, 100 % Indonesia.

Tidak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada para pendukung terselenggaranya acara ini, yakni para Romo, OMK, para Veteran, Pejabat Pemerintah Kota Semarang, ormas Katolik (WKRI, PMKRI, Pemuda Katolik, Vox Point, THS-THM, Patria, dan PPM), komunitas tuna rungu, para Suster PI, SCU, keluarga para pahlawan yang dimakamkan di TMP, para petugas liturgi (koor dari Paroki Sambiroto, misdinar dari Paroki Bongsari), konten kreator (Cerita Petrus, kontenkatolik, katolikasik) seluruh umat yang datang, serta penanggung jawab kompleks Taman Makam Pahlawan. Akhir kata, Dirgahayu Republik Indonesia, Merdeka!