Misa Hari Kakek dan Nenek Sedunia di Paroki Pati: Lansia Bukan Beban, Mereka Teladan Nyata Bagi Generasi Muda

Twitter
WhatsApp
Email
Paroki Santo Yusup Pati memperingati Hari Kakek dan Nenek Sedunia ke-6 dengan Perayaan Ekaristi yang digelar pada hari Kamis, 23 Juli 2026 dan diikuti 300 umat.

Pati – Paroki Santo Yusup Pati memperingati Hari Kakek dan Nenek Sedunia ke-6 dengan Perayaan Ekaristi yang digelar pada hari Kamis, 23 Juli 2026. Perayaan Ekaristi yang diikuti oleh sekitar 300 umat ini dipimpin oleh Romo Yusup Winarto, MSF, selaku Pastor Paroki Pati, bersama dengan Romo Simon Petrus Sumargo, MSF dan Romo Yohanes Febbry Bagas Pamungkas, MSF, selaku Vikaris Paroki Pati.

Dengan segala keterbatasan geraknya, mereka tetap bersemangat untuk mengikuti Misa Hari Kakek dan Nenek Sedunia di Gereja

Peringatan Hari Kakek dan Nenek Sedunia ini diinisiasi oleh Tim Pelayanan PIUL sebagai bentuk penghargaan kepada para lanjut usia yang telah menjadi bagian penting dalam kehidupan keluarga dan Gereja. Sementara itu, pelayanan koor dalam perayaan tersebut diisi oleh umat dari Lingkungan Tayu.

Romo Bagas memberikan Sakramen Pengurapan Orang Sakit kepada para Kakek dan Nenek yang hadir

Dalam homilinya, Romo Win menegaskan bahwa umat lanjut usia, khususnya para kakek dan nenek, bukanlah umat yang sekadar hadir, mereka merupakan teladan iman bagi generasi yang lebih muda karena telah menjalani kehidupan dengan penuh kesetiaan dalam iman dan harapan. Disaat anggota keluarga sibuk dengan urusan dunia, kakek dan nenek adalah pendoa bagi keluarga dan generasi selanjutnya.  Setelah homili para Romo memberikan Sakramen Pengurapan Orang Sakit kepada kakek dan nenek yang hadir.

Kakek dan nenek bukanlah beban, melainkan anugerah yang berharga bagi keluarga, Gereja, dan masyarakat

Melalui peringatan Hari Kakek dan Nenek Sedunia ini, Gereja Katolik Pati mengajak seluruh umat untuk semakin menghargai kehadiran para lansia dalam keluarga maupun kehidupan menggereja. Kesetiaan mereka dalam beriman serta peran mereka sebagai pendoa bagi keluarga menjadi teladan nyata yang patut diwariskan kepada generasi muda.

Perayaan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kakek dan nenek bukanlah beban, melainkan anugerah yang berharga bagi keluarga, Gereja, dan masyarakat.