Atmodirono – Paroki Keluarga Kudus Atmodirono Semarang kembali mempercayakan posisi pelayanan Wakil Ketua II Awam (Waka) Dewan Pastoral Paroki (DPP) kepada Agustinus Sigid “Kenthus” Suharto. Petahana tersebut terpilih kembali untuk masa bakti 2027–2030 setelah meraih kemenangan dalam Pemilihan Umum (Pemilu) Paroki yang digelar secara daring pada Minggu (5/7/2026).

Pemungutan suara berlangsung secara online di lingkungan masing-masing mulai pukul 08.00 hingga 13.00 WIB. Khusus Wilayah X Demak, pemungutan suara dilaksanakan sehari sebelumnya seusai Misa Sabtu sore. Seluruh rangkaian pemilihan berlangsung tertib, lancar, dan tanpa kendala berarti.

Ketua Ad Hoc Pemilihan Dewan Pastoral Paroki, Emanuel Bayu Kristian Marhendro, menjelaskan bahwa pemilu kali ini diikuti enam kandidat yang merupakan usulan umat. Mereka adalah Agustinus Sigid Suharto, Christophorus Divo SC, Suzanna Ratih Sari, Bonifasius M. Jatmiko, BY Handi, dan Regina Immaculata Ratnawatih.
Hasil rekapitulasi diumumkan Bayu Kristian pada Misa Minggu sore, tepat sebelum berkat penutup. Dari total 2.296 suara yang masuk melalui sistem pemilu daring, Agustinus Sigid Suharto berhasil memperoleh 1.226 suara atau 53,40 persen, sehingga ditetapkan sebagai Wakil Ketua II Awam Dewan Pastoral Paroki Atmodirono periode 2027–2030.

Dalam sambutannya, Sigid mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh umat yang telah berpartisipasi menyukseskan pemilu. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada lima kandidat lainnya yang disebutnya sebagai pribadi-pribadi hebat yang memiliki semangat melayani Gereja.
“Saya bersyukur masih diberi kesempatan untuk melayani bersama para Romo dan seluruh umat. Tiga tahun ke depan kita akan kembali berjalan bersama membangun paroki yang kita cintai. Saya juga akan membentuk Dewan Pastoral Paroki Harian yang baru dan berharap seluruh umat dapat mendukung serta membantu kepengurusan periode 2027–2030 ini,” ujarnya.
Setelah selesainya proses pemilihan, Panitia Ad Hoc Pemilu Paroki akan melanjutkan tahapan berikutnya, yakni penyusunan Dewan Pastoral Paroki Harian (DPPH). Sesuai jadwal, pembentukan kepengurusan baru tersebut ditargetkan rampung paling lambat pada 31 Juli 2026.

Secara keseluruhan proses pemilu online ini berjalan dengan lancar. Namun Bayu menyampaikan juga adanya kendala meski telah diujicoba sebelumnya. “Kendala pasti ada dari segi aplikasi pemilu sendiri. Sebelum pencoblosan sudah ada ujicoba yang gunanya adalah mengetahui data error atau tidak ditemukan pada aplikasi pemilu sehingga bisa diantisipasi sebelum pemilu agar saat pencoblosan sistem dapat berjalan lancar. Tapi saat pelaksanaan masih juga terdapat data yang tidak ditemukan dan terbaca di sistem pemilih yang sudah memilih padahal belum melakukan pemilihan. Dari dua kasus tersebut dapat teratasi karena ada data center di paroki yang membantu mengatasi masalah tersebut sehingga kendala umat yang tidak bisa memilih dapat memilih kembali,” tandasnya.
Secara terpisah, Kepala Paroki Keluarga Kudus Atmodirono, Romo Yusup “Nano” Sunarno MSF, menilai sistem pemilu digital yang diterapkan tahun ini berjalan efektif karena lebih praktis, cepat, dan sederhana. Menurutnya, keseluruhan proses berlangsung dengan baik dan menunjukkan partisipasi umat yang menggembirakan.
Mengenai terpilihnya kembali Sigid sebagai petahana, Romo Nano menjelaskan bahwa hal tersebut sesuai ketentuan karena yang bersangkutan baru menjalani satu periode sehingga masih memiliki kesempatan untuk menjabat dua periode.
Ia berharap kepengurusan yang baru mampu melanjutkan berbagai program yang telah berjalan sehingga proses regenerasi berlangsung secara berkesinambungan.
“Harapan saya, dari satu kepengurusan ke kepengurusan berikutnya selalu ada kesinambungan. Tidak memulai semuanya dari nol sehingga proses peralihan berjalan lebih halus. Program-program yang sudah baik dapat diteruskan dan dikembangkan. Semoga Paroki Atmodirono semakin maju, berkembang, dan partisipasi umat dalam kehidupan menggereja semakin besar,” harap Romo Nano. (Carala/Elwin)