Ambarawa – Kedutaan Besar Spanyol menggelar pameran “Buen Camino: Eternal Memories from El Camino de Santiago” di Gua Maria Kerep Ambarawa (GMKA), pada 20 Mei – 23 Agustus 2026. Pameran ini dibuka pada hari Rabu, 20 Mei 2026 oleh Duta Besar Spanyol untuk Indonesia, Mr. Bernardo de Sicart Escoda, dan dihadiri oleh beberapa Kuria Keuskupan Agung Semarang, Pastor Paroki Ambarawa, Forkopimda Kabupaten Semarang, hingga Wali Kota Semarang.

Camino de Santiago, atau Jalan Santo Yakobus, adalah jaringan rute ziarah menuju Santiago de Compostela di Galicia, Spanyol. Dalam tradisi Kristiani, Santiago de Compostela dikenal sebagai tempat yang berkaitan dengan Santo Yakobus Rasul, salah satu dari dua belas rasul Yesus Kristus. Katedral Santiago de Compostela menjadi titik akhir ziarah para peziarah yang datang dari berbagai rute di Eropa.

Sejak Abad Pertengahan, Camino de Santiago telah menjadi salah satu perjalanan ziarah Kristiani yang penting. Banyak peziarah menempuhnya dengan berjalan kaki, bersepeda, atau dalam bentuk perjalanan rohani, bukan hanya untuk sampai pada tujuan fisik, tetapi untuk mengalami proses batin: meninggalkan beban, merenungkan hidup, berdoa, dan menemukan kembali arah perjalanan imannya.

Pameran Camino de Santiago di GMKA menghadirkan foto, ilustrasi, dan narasi visual tentang perjalanan tersebut. Melalui pameran ini, pengunjung diajak mengenal Camino bukan hanya sebagai jalur historis di Spanyol, tetapi juga sebagai simbol perjalanan hidup manusia. Setiap orang memiliki “camino”-nya sendiri: jalan perjuangan, jalan pencarian, jalan pertobatan, jalan pengharapan, dan jalan menuju Tuhan.

Pameran ini mempertemukan dua pengalaman ziarah: tradisi Camino de Santiago dari Spanyol dan pengalaman ziarah umat di Gua Maria Kerep Ambarawa. Keduanya berbicara tentang perjalanan, doa, pengharapan, dan pencarian makna hidup. Pameran ini bertujuan membangun jembatan budaya antara Spanyol dan Indonesia, sekaligus menyoroti nilai-nilai universal dalam perjalanan ziarah: refleksi diri, keramahan, toleransi, dan solidaritas.

Bagi GMKA, Camino de Santiago bukan hanya kisah perjalanan jauh di Spanyol, tetapi cermin dari perjalanan setiap peziarah yang datang ke tempat ini: membawa doa, pergumulan, harapan, dan kerinduan untuk semakin dekat dengan Tuhan melalui teladan Bunda Maria.
Kehadiran pameran ini di Gua Maria Kerep Ambarawa menjadi sangat bermakna, karena GMKA sendiri adalah tempat ziarah yang setiap hari dikunjungi banyak orang untuk berdoa, bersyukur, memohon kekuatan, dan mencari ketenangan batin. Dengan demikian, pameran ini menjadi ruang perjumpaan antara tradisi ziarah dunia dan pengalaman ziarah umat di Indonesia.