Atmodirono – Suasana berbeda tampak di Paroki Keluarga Kudus Atmodirono pada Sabtu-Minggu, 16-17 Mei 2026. Puluhan religius hadir bukan hanya di altar gereja, tetapi juga masuk ke lingkungan umat, mengunjungi keluarga, menyapa lansia, hingga bercengkerama bersama anak-anak dan kaum muda dalam rangkaian Aksi Minggu Panggilan 2026.
Kegiatan yang digelar untuk memeriahkan Hari Minggu Panggilan – yang seyogyanya jatuh pada 24 April tersebut – melibatkan 22 religius dari delapan tarekat yang tergabung dalam IKHRARR (Ikatan Karya dan Hidup Rohani Antar Religius Rohaniwan) Kota Semarang, yakni OSF, HK, SDP, FIC, CSA, AK, OSA, dan MSF.

Selama dua hari, berbagai agenda diselenggarakan mulai dari Live In, Expo Tarekat, Perayaan Ekaristi, hingga Gojekan Bareng Bersama Religius bersama anak-anak, remaja, dan orang muda. Salah satu kegiatan yang menarik perhatian umat adalah program Live In. Dalam kegiatan ini, para religius mendatangi rumah-rumah umat yang memiliki anak dan remaja untuk berbagi kisah panggilan hidup membiara secara langsung.
Ketua Tim Pelayanan Promosi Panggilan Paroki Keluarga Kudus Atmodirono, Andreas Puji, mengatakan bahwa pendekatan sederhana dan penuh kehangatan dipilih agar kaum muda dapat mengenal kehidupan religius secara lebih dekat dan nyata.
“Kami ingin anak-anak dan kaum muda melihat bahwa hidup membiara bukan sesuatu yang jauh atau menakutkan, tetapi jalan hidup yang penuh sukacita dan pelayanan,” ujarnya.
Selain menyapa keluarga-keluarga umat, para religius juga mengunjungi lansia dan umat yang sudah tidak dapat mengikuti Perayaan Ekaristi di gereja. Kehadiran mereka menjadi bentuk perhatian pastoral sekaligus penguatan iman bagi umat yang sakit maupun lanjut usia.
Gojekan Bareng

Puncak kegiatan berlangsung pada Minggu pagi dalam Perayaan Ekaristi pukul 08.45 yang dipimpin Vikaris Episkopal Semarang, Romo J.B. Rudy Hardono, Pr., yang juga merupakan putra Paroki Keluarga Kudus Atmodirono.
Dalam homili, Romo memberi kesempatan Diakon Filipus Bimo Perbowo, MSF untuk membagikan pengalaman hidup religius kepada umat yang hadir. Suasana gereja terasa hangat ketika sesi sharing dipandu secara interaktif oleh Romo T.A. Koconegoro, MSF.

Tak hanya itu, Expo Tarekat yang digelar di halaman depan gereja juga dipadati umat. Delapan stan tarekat menghadirkan berbagai media promosi panggilan, permainan interaktif, karya pelayanan, hingga merchandise yang menarik perhatian anak-anak dan kaum muda.

Antusiasme semakin terasa dalam kegiatan Gojek Bareng Bersama Religius di Gedung Panti Mandala yang diikuti sekitar 160 peserta. Anak-anak, remaja, dan orang muda diajak mengikuti permainan, dinamika kelompok, hingga sharing pengalaman panggilan bersama para religius.
Moderator Bidang Pewartaan dan Evangelisasi, Romo Koconegoro, berharap kegiatan ini mampu membuka hati kaum muda untuk berani menanggapi panggilan Tuhan.
“Semoga semakin banyak generasi muda yang melihat bahwa hidup religius adalah jalan pelayanan yang membahagiakan dan mampu menginspirasi banyak orang,” ungkapnya.
Melalui pendekatan yang hangat, sederhana, dan penuh sukacita, Aksi Minggu Panggilan 2026 bukan sekadar kegiatan tahunan, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan yang membuka hati kaum muda untuk berani menjawab panggilan Tuhan sebagai seorang religius. (Ignatia Tyas)